MoU Senilai $38,4 Miliar USA-Indonesia, Siapa yang Paling Diuntungkan?
SUARA NEGERI | AMERIKA — AS dan Indonesia menyelesaikan kesepakatan perdagangan pada hari Kamis (19/2) untuk mengurangi tarif AS terhadap negara Asia Tenggara tersebut menjadi 19% dari 32%, demikian diumumkan Gedung Putih.
Sebagai imbalannya, Indonesia akan menghapus hambatan perdagangan pada lebih dari 99% impor AS dan memfasilitasi pembelian barang Amerika senilai lebih dari $30 miliar.
Washington juga memberikan pengecualian tarif pada ekspor Indonesia tertentu, termasuk produk pakaian dan tekstil tertentu yang terbuat dari kapas dan bahan sintetis yang bersumber dari AS.
Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer mengatakan perjanjian tersebut "menghilangkan hambatan perdagangan" dan memajukan kepentingan rakyat Amerika.
Kesepakatan tersebut dicapai selama kunjungan Presiden Indonesia Prabowo Subianto ke Washington, yang menghadiri pertemuan pertama "Dewan Perdamaian" pimpinan Trump yang awalnya berfokus pada rekonstruksi Gaza.
Indonesia akan menghapus hambatan perdagangan pada berbagai impor Amerika, termasuk produk pertanian, barang-barang kesehatan, makanan laut, teknologi, dan barang-barang terkait otomotif.
Jakarta juga berjanji untuk membeli produk AS senilai miliaran dolar, termasuk kapas, kedelai, daging sapi, pesawat Boeing, dan pasokan energi.
Selain itu, Indonesia akan mendukung perusahaan-perusahaan AS dalam mengembangkan infrastruktur mineral langka, sebuah langkah yang bertujuan untuk membantu Washington melakukan diversifikasi dan memperkuat pasokan mineral pentingnya.
Kemarin, perusahaan-perusahaan Indonesia dan AS menandatangani serangkaian perjanjian senilai $38,4 miliar, yang mencakup kemitraan di bidang pertambangan, teknologi, tekstil, dan sektor lainnya. (*)
Editor ■ Thoriq Aziz
