Guci Antik Peninggalan Dinasti Song Ditemukan di Desa Garaupa Raya


SUARA NEGERI | PASILAMBENA — Peninggalan utama Dinasti Song (abad ke-10 hingga ke-13) di perairan Pasilambena, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, adalah harta karun bawah air yang berupa keramik dan koin kuno. Temuan ini berasal dari bangkai kapal dagang kuno yang karam sekitar 900-1.200 tahun yang lalu.


Keramik yang ditemukan umumnya berupa mangkuk, piring, dan pecahan keramik yang berasal dari masa Dinasti Song.

Penelusuran Tim Media ini, pekan lalu, menunjukkan bahwa Guci antik tempo doeloe tercatat sebagai salah satu dari khasanah kekayaan barang warisan nenek moyang yang dimiliki oleh masyarakat Pulau Kalao toa, Ibukota Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan.


Guci warisan peninggalan leluhur dengan berbagai bentuk, ukuran, dan motif, banyak ditemukan di wilayah Dusun Garaupa Timur, Desa Garaupa Raya.

Kekayaan khasanah barang temuan peninggalan dinasti sung (song) jenis guci, yang pada zamannya banyak digunakan sebagai tempat penampungan air di atas kapal, terungkap dari hasil penelusuran wartawan di Desa Garaupa Raya, Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan.

Keberagaman bentuk serta jenis benda cagar budaya (bcb) merupakan salah satu bagian tak terpisahkan dari kekayaan bukti sejarah dan budaya masyarakat Pulau Kalao toa.

Kekayaan khasanah benda cagar budaya (bcb) Pulau Kalao toa, ikut dibuktikan oleh keberadaan gilingan jagung tradisional peninggalan zaman batu dan benda tinggalan dinasti ming yang ditemukan di salah satu bangunan rumah korban gempa di Dusun Garaupa Timur, Desa Garaupa Raya.

Berdasarkan literasi menunjukkan bahwa peninggalan utama Dinasti Song (960–1279 M) mencakup inovasi teknologi revolusioner seperti kompas, bubuk mesiu, pencetakan huruf lepas, dan uang kertas pertama (jiaozi). Peninggalan fisik yang ditemukan termasuk keramik/guci hijau bermotif naga, koin kuno, serta sisa arsitektur seperti Aula Ibu Suci di Kuil Jin. 

Temuan-temuan ini diangkat dari situs bawah air di kawasan Pasilambena, yang merupakan bagian dari Kepulauan Selayar, menunjukkan bahwa Selayar adalah jalur perdagangan rempah-rempah yang penting di masa lalu.

Sebelumnya, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sulawesi Selatan bersama dinas terkait telah melakukan pengangkatan dan penyelamatan harta karun tersebut untuk mencegah pencurian. 

Bangkai kapal kuno yang membawa barang-barang tersebut tenggelam di perairan tersebut, menjadikannya salah satu situs arkeologi bawah air yang penting di Sulawesi Selatan. (Tim/Fadly Syarif)
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  •  Guci Antik Peninggalan Dinasti Song Ditemukan di Desa Garaupa Raya
  •  Guci Antik Peninggalan Dinasti Song Ditemukan di Desa Garaupa Raya
  •  Guci Antik Peninggalan Dinasti Song Ditemukan di Desa Garaupa Raya
  •  Guci Antik Peninggalan Dinasti Song Ditemukan di Desa Garaupa Raya
  •  Guci Antik Peninggalan Dinasti Song Ditemukan di Desa Garaupa Raya
  •  Guci Antik Peninggalan Dinasti Song Ditemukan di Desa Garaupa Raya