Jelang Musim Dingin, Lonjakan Harga Energi Terpa Uni Eropa
SUARA NEGERI | JAKARTA — Uni Eropa telah mendesak negara-negara anggotanya untuk menurunkan target pengisian penyimpanan gas di tengah lonjakan harga energi yang disebabkan oleh perang AS-Israel di Iran, seperti yang dilaporkan Financial Times.
Surat kabar tersebut mengutip surat dari Komisioner Energi Dan Jorgensen yang meminta negara-negara anggota untuk mengurangi target menjadi 80% dari kapasitas, 10 poin persentase di bawah target resmi blok tersebut, "sesegera mungkin di musim pengisian untuk memberikan kepastian dan jaminan kepada para pelaku pasar."
Surat yang dikutip oleh surat kabar tersebut mengatakan, bahwa "perkembangan terkini menunjukkan bahwa mungkin dibutuhkan waktu lebih lama bagi produksi (gas minyak cair) untuk kembali ke tingkat yang diketahui sebelum krisis."
Target penyimpanan gas Uni Eropa bertujuan untuk memperkuat keamanan energi kawasan dengan menyediakan cadangan untuk pemanasan musim dingin dan kebutuhan listrik.
Target tersebut diberlakukan setelah krisis energi yang disebabkan oleh invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.
Musim dingin tahun ini, yang lebih dingin dari rata-rata, telah mengurangi cadangan hingga di bawah 30% pada bulan Maret — level terendah sejak tahun 2022.
Namun, seorang pejabat Uni Eropa mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa blok tersebut perlu "membuat target lebih fleksibel." (dea)

