Halal Bihalal Satukan 6 Jamaah Masjid, Tekankan Kerukunan Walau Beda Pandangan

Halal Bihalal Satukan 6 Jamaah Masjid, Tekankan Kerukunan Walau Beda Pandangan

SUARA NEGERI | BOYOLALI — Momen Halal Bihalal di Dukuh Gumukrejo RT 02/RW 04, Desa Sambi, Kabupaten Boyolali, berlangsung meriah pada Kamis (2/4/2026). Acara ini menghadirkan Ketua Forum Umat Islam Boyolali (FUIB), Ghufron Rifai, sebagai penceramah utama.


​Acara ini menjadi momen istimewa karena berhasil mengumpulkan jamaah dari sekitar enam masjid berbeda di wilayah tersebut, termasuk turut hadirnya jamaah dari kawasan Brantisari. 

Dalam kesempatan itu, Ghufron sempat menyoroti fenomena sosial yang terjadi di masyarakat, di mana dalam satu dukuh saja kini bisa terdapat empat masjid atau lebih. Alih-alih memakmurkan, hal tersebut justru kerap membuat jumlah jamaah di setiap masjid terpecah dan menjadi sepi.

​Merespons kondisi tersebut, acara yang mengusung tajuk "Merajut Ukhuwah dalam Mengarungi Gelombang Fitnah" ini diharapkan mampu kembali mempererat kerukunan antarwarga yang sempat renggang.

​"Kalaupun ada perbedaan pandangan, dihilangkan dulu, yang penting makan bareng," ucap Ghufron di hadapan para jamaah yang hadir.

​Dalam tausiyahnya, Ghufron juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang sering kali hanya meminta maaf saat perayaan Idul Fitri. Menurutnya, hal ini kurang tepat karena setiap manusia memiliki kesalahan-kesalahan yang tidak bisa otomatis dianggap hangus ketika hari raya tiba.

​Ia mencontohkan hal-hal kecil di lingkungan sekitar, seperti mengambil kolonjono (rumput pakan sapi) milik tetangga tanpa izin, yang tidak boleh dilupakan begitu saja. Oleh karena itu, ia mengajak para jamaah untuk memanfaatkan bulan Syawal sebagai momen untuk meningkatkan (upgrade) kualitas diri menjadi lebih baik.

​Lebih lanjut, Ghufron mengimbau jamaah untuk menghindari sifat medit atau pelit. 

Ia mengutip sebuah hadits riwayat At-Tirmidzi yang menyebutkan bahwa orang yang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dekat dengan surga, dan jauh dari neraka. 

Sebaliknya, orang yang pelit akan dijauhkan dari rahmat-Nya. Bahkan, seorang dermawan yang minim ilmu lebih dicintai Allah daripada ahli ibadah yang kikir.

​Sebagai penutup, ia membagikan satu tips sederhana untuk menjaga kerukunan bertetangga di tengah banyaknya perbedaan, yakni melalui kebiasaan saling memberi.

​"Hal sepele yang dapat menjaga kerukunan adalah dengan saling memberi hadiah, karena hadiah menghadirkan rasa kasih sayang antarsesama," jelasnya, merujuk pada hadits riwayat Imam Al-Bukhari dalam kitab Al-Adab Al-Mufrad yang berbunyi: "Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai." Acara silaturahmi ini pun menjadi semakin meriah dan hangat dengan dihadirkannya penampilan selingan dari grup rebana asli warga Gumukrejo yang turut menghibur para jamaah hingga acara usai.(*)

Editor ■ Fatikha Fikriyatul Mudhi’ah
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  •  Halal Bihalal Satukan 6 Jamaah Masjid, Tekankan Kerukunan Walau Beda Pandangan
  •  Halal Bihalal Satukan 6 Jamaah Masjid, Tekankan Kerukunan Walau Beda Pandangan
  •  Halal Bihalal Satukan 6 Jamaah Masjid, Tekankan Kerukunan Walau Beda Pandangan
  •  Halal Bihalal Satukan 6 Jamaah Masjid, Tekankan Kerukunan Walau Beda Pandangan
  •  Halal Bihalal Satukan 6 Jamaah Masjid, Tekankan Kerukunan Walau Beda Pandangan
  •  Halal Bihalal Satukan 6 Jamaah Masjid, Tekankan Kerukunan Walau Beda Pandangan