Macron Dan Pezeshkian Bahas Konsekuensi Global dari Ancaman Terhadap Selat Hormuz


SUARA NEGERI ■ PARIS — Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan bahwa setiap ancaman terhadap keamanan Selat Hormuz akan membawa dampak signifikan bagi perdagangan global, menyoroti upaya konsisten Iran untuk memastikan jalur aman di perairan strategis tersebut.
 
Dalam percakapan telepon kemarin, Pezeshkian dan mitranya dari Prancis, Emmanuel Macron, membahas perkembangan regional terbaru, negosiasi di Islamabad, dan prospek kesepakatan gencatan senjata.

Pezeshkian menegaskan kembali bahwa Iran tetap berkomitmen pada hukum internasional dan terlibat dalam dialog secara ketat dalam kerangka hukum yang diakui. 

Ia menekankan bahwa diplomasi, yang berlandaskan martabat dan kedaulatan nasional, terus menjadi jalan yang lebih disukai Iran untuk menyelesaikan perselisihan. 

Ia menyatakan bahwa Teheran telah dengan jelas menguraikan persyaratannya untuk gencatan senjata dan tetap berkomitmen pada persyaratan tersebut.

Merujuk pada negosiasi Islamabad pada 11 April, Pezeshkian mengatakan delegasi Iran bertindak dengan serius dan itikad baik dalam mengejar kesepakatan yang langgeng. Namun, ia berpendapat bahwa meskipun telah mencapai beberapa kesepahaman teknis, tuntutan yang berlebihan dan kurangnya kemauan politik dari para pejabat senior AS mencegah pembicaraan mencapai kesimpulan akhir.

Pezeshkian menggarisbawahi pentingnya kepatuhan terhadap norma-norma internasional yang telah ditetapkan, dan mencatat bahwa Eropa dapat memainkan peran konstruktif dalam mendorong Amerika Serikat untuk menghormati kerangka kerja tersebut.

Ia juga menegaskan kembali pendekatan strategis Iran untuk memperkuat perdamaian, stabilitas, dan kerja sama regional dengan negara-negara tetangga, sambil memperingatkan bahwa kebijakan yang dibangun berdasarkan tekanan atau ancaman militer hanya akan memperumit masalah lebih lanjut.

Pezeshkian juga menekankan bahwa syarat-syarat Iran untuk gencatan senjata telah diklarifikasi secara publik dan bahwa Teheran telah mematuhi komitmennya, sebuah poin yang menurutnya juga telah diakui oleh para pejabat Pakistan.

Mengenai isu nuklir, Pezeshkian mencatat bahwa Iran sebelumnya telah mencapai kesepakatan yang telah ditentukan dengan negara-negara Eropa dan tetap siap untuk melanjutkan pembicaraan dalam parameter yang telah ditetapkan tersebut.

Macron, di pihak lain, menekankan perlunya memasukkan Lebanon dalam kerangka gencatan senjata awal dan menguraikan pandangan Prancis tentang masalah nuklir Iran serta kekhawatiran hukum seputar Selat Hormuz. (Tasnim/Dea)
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  •  Macron Dan Pezeshkian Bahas Konsekuensi Global dari Ancaman Terhadap Selat Hormuz
  •  Macron Dan Pezeshkian Bahas Konsekuensi Global dari Ancaman Terhadap Selat Hormuz
  •  Macron Dan Pezeshkian Bahas Konsekuensi Global dari Ancaman Terhadap Selat Hormuz
  •  Macron Dan Pezeshkian Bahas Konsekuensi Global dari Ancaman Terhadap Selat Hormuz
  •  Macron Dan Pezeshkian Bahas Konsekuensi Global dari Ancaman Terhadap Selat Hormuz
  •  Macron Dan Pezeshkian Bahas Konsekuensi Global dari Ancaman Terhadap Selat Hormuz