Cuma Ada Di Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih, Demit Pun Bisa Jatuh Cinta!


SUARA NEGERI | JAKARTA — Manusia jatuh cinta ke lawan jenis itu sudah biasa. Tapi, bagaimana kalau demit pun bisa jatuh cinta, ini kadang tak bisa diterima nalar. Namun, faktanya memang ada.

Minggu lalu, saya diundang nonton Film Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, sebuah film horor, kisahnya diangkat dari unsur demit yang punya emosi atau bahkan sisi romantis justru jadi pembeda dari horor Indonesia yang biasanya fokus pada teror, kutukan, atau jumpscare. 

Film ini main di wilayah horor-komedi absurd, jadi hal-hal yang secara logika aneh, termasuk “demit jatuh cinta” dibikin masuk akal dalam dunia ceritanya dan dipakai buat humor sekaligus konflik.

Tentang film Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, inti konfliknya ternyata bukan sekadar “naik gunung terus diganggu hantu”, tapi lebih ke kutukan pesugihan yang nyasar ke keluarga Andrew. 

Cerita dimulai saat lima sahabat reuni setelah kejadian film pertama, lalu mereka sadar keluarga Andrew dibayang-bayangi ancaman tumbal mistis yang berkaitan dengan Gunung Klawih. Itu jadi alasan mereka balik lagi ke dunia yang pernah bikin mereka trauma.

Berbeda dari film pertama, sekuel ini mengangkat fenomena “jalan pintas” dalam meraih kesuksesan terutama karena pengaruh media sosial. Meskipun bergenre komedi, film ini juga memadukan unsur horor, drama, dan romansa yang membuat film ini semakin menarik untuk ditonton.


Keluarga Andrew ternyata jadi target tumbal dari praktik pesugihan lama yang akarnya berhubungan dengan masa lalu dan rahasia keluarga/lingkaran tertentu. 

Selama perjalanan, Juna malah terseret ke dunia demit dan jadi salah satu pusat konflik karena hilangnya dia memaksa geng ini masuk lebih jauh ke sisi mistis Gunung Klawih.

Yang bikin film ini agak beda dari pertama adalah ternyata ada lapisan cerita sosial dan trauma masa lalu (termasuk sentuhan isu 1998 dan diskriminasi etnis Tionghoa) yang dikaitkan sebagai akar kutukan/pesugihan. Jadi villain atau “kejahatan”-nya bukan cuma hantu random, tapi dosa masa lalu manusia yang diwariskan jadi malapetaka.

Fokus ending-nya lebih ke penyelamatan dan rekonsiliasi ketimbang kemenangan horor yang brutal. Ada konfrontasi dengan dunia demit dan ritual pesugihan, tapi film tetap memilih tone horor-komedi emosional, jadi penutupnya tidak dibuat terlalu gelap atau depressing. 

Persahabatan lima orang ini tetap jadi “senjata utama” dibanding jumpscare atau twist sadis.

Kalau jujur, plot twist-nya bukan tipe “anjir nggak ketebak banget”, tapi lebih ke seru karena chaos, receh, dan chemistry karakter. Yang paling dinikmati biasanya justru interaksi mereka pas keadaan makin ngawur. 

Kalau aku kasih gambaran gaya tontonnya:

60% ngakak + 25% absurd/mistis + 15% horor

Kamu penasaran khan? Bagaimana alurnya sampai Demit pun Bisa Jatuh Cinta! (Gusti)
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  •  Cuma Ada Di Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih, Demit Pun Bisa Jatuh Cinta!
  •  Cuma Ada Di Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih, Demit Pun Bisa Jatuh Cinta!
  •  Cuma Ada Di Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih, Demit Pun Bisa Jatuh Cinta!
  •  Cuma Ada Di Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih, Demit Pun Bisa Jatuh Cinta!
  •  Cuma Ada Di Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih, Demit Pun Bisa Jatuh Cinta!
  •  Cuma Ada Di Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih, Demit Pun Bisa Jatuh Cinta!