Situasi di Selat Hormuz Membaik, IRGC Menghargai Kerja Sama Kapal
SUARA NEGERI | TEHERAN — Angkatan Laut IRGC mengucapkan terima kasih kepada para kapten kapal dan pemilik kapal yang beroperasi di Teluk Persia dan Laut Oman karena telah mematuhi peraturan Iran di Selat Hormuz, dan menyatakan bahwa kondisi sedang diciptakan untuk transit maritim yang aman dan stabil setelah berakhirnya ancaman baru-baru ini.
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada hari Rabu (6/5) mengeluarkan pesan yang ditujukan kepada para kapten dan pemilik kapal yang beroperasi di Teluk Persia.
"Kami menghargai kerja sama para kapten dan pemilik kapal yang ditempatkan di Teluk Persia dan Laut Oman dalam berlayar melalui Selat Hormuz sesuai dengan peraturan Iran, serta partisipasi yang baik dari kapal-kapal dalam memastikan keamanan maritim di kawasan ini," kata Angkatan Laut IRGC, dalam keterangannya hari ini.
"Dengan berakhirnya ancaman yang ditimbulkan oleh agresor dan di bawah prosedur baru, kondisi untuk pelayaran yang aman dan berkelanjutan melalui Selat Hormuz akan terwujud," tambahnya.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan rezim Israel melancarkan perang agresi tanpa provokasi terhadap Iran, yang mengakibatkan Pemimpin Revolusi Islam saat itu, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, dan beberapa pejabat militer senior gugur.
Angkatan Bersenjata Iran merespons dengan serangan rudal dan drone selama berminggu-minggu yang menargetkan posisi militer Amerika dan Israel di wilayah pendudukan dan kawasan Teluk Persia, menimbulkan kerusakan besar dalam 100 gelombang serangan balasan selama 40 hari.
Balasan Iran juga mencakup penutupan Selat Hormuz yang strategis bagi kapal-kapal milik musuh dan sekutu mereka.
Republik Islam kemudian memberlakukan pembatasan lebih lanjut terhadap jalur air tersebut, dengan syarat kapal-kapal tersebut mendapatkan izin dari otoritas Iran yang berwenang. Langkah terakhir ini dilakukan setelah AS mengumumkan kelanjutan blokade ilegal yang telah mereka coba terapkan terhadap kapal dan pelabuhan Iran. (rl)
