Amien Rais Serukan Pertahankan Prabowo Sampai 2029, Ada Apa di Baliknya?
SUARA NEGERI | JAKARTA — Pernyataan Amien Rais yang meminta Presiden Prabowo Subianto dipertahankan hingga 2029 mengejutkan banyak kalangan. Pasalnya, tokoh reformasi yang selama ini dikenal sebagai pengkritik keras pemerintah itu tiba-tiba menyerukan pentingnya menjaga stabilitas pemerintahan.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan dinamika politik nasional, seruan tersebut dinilai bukan sekadar dukungan kepada Prabowo, melainkan pesan agar perbedaan pandangan politik tidak berkembang menjadi upaya mengganggu jalannya pemerintahan yang sah secara konstitusional.
Dari berbagai pernyataan yang beredar, inti argumen Amien Rais bukan karena ia tiba-tiba menjadi pendukung penuh pemerintah, melainkan karena ia menilai ada yang lebih penting.
Prabowo harus diberi kesempatan menyelesaikan masa jabatan sesuai konstitusi hingga 2029. Ia mengajak masyarakat memberi ruang bagi Presiden Prabowo Subianto untuk menjalankan program-programnya sampai akhir masa jabatan.
Peluang pemakzulan dinilai sangat kecil. Menurut Amien, melihat konfigurasi politik saat ini, hampir tidak ada kekuatan politik yang cukup untuk mendorong impeachment terhadap Prabowo.
Stabilitas politik dianggap lebih penting. Dalam video yang ramai dibahas itu, ia menyinggung kondisi ekonomi dan politik nasional, termasuk nilai tukar rupiah, sehingga pergantian kekuasaan di tengah jalan dinilai bukan solusi.
Yang menarik, sikap ini cukup mengejutkan karena selama beberapa bulan terakhir Amien Rais justru termasuk salah satu pengkritik keras Prabowo. Bahkan sejumlah pernyataannya sebelumnya sempat memicu polemik nasional.
Kalau saya membaca secara politik, ada dua kemungkinan tafsir:
Tafsir normatif: Amien ingin menegaskan bahwa pergantian pemimpin harus melalui pemilu, bukan manuver politik di tengah jalan.
Tafsir strategis: Ia tetap kritis terhadap kebijakan pemerintah, tetapi tidak menginginkan instabilitas politik yang bisa memperburuk kondisi ekonomi dan sosial.
Jadi, kalimat "Pertahankan Prabowo Sampai 2029" bukan berarti Amien Rais mendukung semua kebijakan Prabowo. Yang ia sampaikan lebih dekat pada pesan, "kritik pemerintah boleh, tetapi biarkan Presiden menyelesaikan masa jabatannya sesuai amanat konstitusi."
Menurut saya, yang lebih menarik justru pertanyaan berikutnya, mengapa tokoh yang selama ini keras mengkritik Prabowo tiba-tiba mengeluarkan seruan seperti itu? Itu yang sedang dianalisis banyak pengamat politik saat ini.
Kalau berdasarkan analisis politik murni, Bro, saya melihat ada beberapa kemungkinan mengapa Amien Rais mengeluarkan pernyataan seperti itu.
1. Menjaga Stabilitas Politik
Amien Rais mungkin melihat kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil, nilai tukar rupiah yang berfluktuasi, serta tantangan geopolitik yang meningkat. Dalam situasi seperti itu, isu pemakzulan atau pergantian kekuasaan justru bisa menimbulkan ketidakpastian yang lebih besar.
Dari sudut pandang ini, pesannya bisa diterjemahkan:
"Kalau ada kritik kepada pemerintah, kritik saja. Tapi jangan sampai negara masuk ke krisis politik."
2. Membedakan Kritik dan Upaya Menjatuhkan Pemerintah
Amien Rais selama ini dikenal sebagai tokoh oposisi dan kritikus pemerintah.
Namun seorang oposisi tidak selalu menginginkan pemerintahan jatuh. Dalam banyak negara demokrasi, oposisi berfungsi mengawasi dan mengoreksi, bukan otomatis menggulingkan pemerintahan.
Bisa jadi Amien sedang menegaskan posisi, "Saya mengkritik kebijakan Prabowo, tetapi saya tidak mendukung upaya menjatuhkannya sebelum masa jabatan berakhir."
3. Membaca Peta Politik yang Realistis
Secara politik, peluang pemakzulan Presiden saat ini memang sangat kecil.
Koalisi pendukung pemerintah menguasai sebagian besar kursi di DPR. Secara konstitusional, proses pemakzulan juga sangat berat karena harus melalui DPR, Mahkamah Konstitusi dan MPR.
Seorang politisi senior seperti Amien Rais tentu memahami hal itu.
Karena itu, bisa saja ia sedang mengatakan, "Daripada menghabiskan energi pada agenda yang hampir mustahil, lebih baik fokus mengawasi pemerintah dan menyiapkan alternatif pada Pemilu 2029."
4. Ada Kekhawatiran terhadap Polarisasi Nasional
Amien Rais mengalami langsung masa Reformasi 1998 dan berbagai gejolak politik setelahnya.
Bukan tidak mungkin ia melihat tanda-tanda polarisasi yang mulai muncul kembali di masyarakat.
Tokoh yang pernah berada di pusat perubahan politik biasanya cukup sensitif terhadap potensi konflik sosial.
Yang Menarik
Menurut saya, pernyataan itu bukan dukungan politik penuh kepada Prabowo.
Kalau benar Amien Rais berubah menjadi pendukung pemerintah, seharusnya yang muncul adalah pujian terhadap program-program pemerintah.
Namun yang muncul justru pesan, "Pertahankan Prabowo sampai 2029."
Kalimat itu lebih terdengar sebagai pembelaan terhadap stabilitas sistem pemerintahan dan konstitusi, bukan pembelaan terhadap seluruh kebijakan Presiden.
Analisis lainnya, yakni ada kemungkinan Amien Rais sedang mengirim pesan kepada dua kelompok sekaligus.
Kepada pendukung pemerintah, "Jangan alergi kritik."
Kepada kelompok oposisi, "Jangan berpikir semua masalah harus diselesaikan dengan menjatuhkan presiden."
Kalau tafsir ini benar, maka posisinya sebenarnya berada di tengah, tetap kritis terhadap pemerintah, tetapi juga tidak ingin Indonesia masuk ke turbulensi politik menjelang 2029.
Yang menarik untuk dipantau ke depan adalah apakah setelah pernyataan itu Amien Rais akan mulai lebih lunak terhadap pemerintah, atau justru tetap keras mengkritik kebijakan-kebijakan tertentu. Kalau ia tetap kritis, berarti pernyataan tersebut memang lebih soal menjaga stabilitas negara daripada soal dukungan politik kepada Prabowo. (Muhamad Jamil)
