PBTI Bidik Podium di 8th Asian Taekwondo Indonesia Open 2026, Indonesia Jadi Tuan Rumah Kejuaraan G2 Asia
SUARA NEGERI ■ JAKARTA — Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) memanggil 31 atlet untuk menjalani persiapan menghadapi 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 yang akan berlangsung di Tennis Indoor Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada 1–5 Agustus 2026.
Dari jumlah tersebut, tujuh atlet merupakan penghuni pemusatan latihan nasional (Pelatnas), sementara sisanya merupakan atlet terbaik hasil Kejuaraan International Ksatria Nusantara Series Bandung Utama 2026. Komposisi itu menunjukkan PBTI memberi kesempatan kepada atlet hasil pembinaan daerah untuk tampil di ajang internasional.
Kejuaraan tahun ini memiliki arti penting karena untuk pertama kalinya Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah turnamen taekwondo level Asia berstatus World Taekwondo G2. Status tersebut memberi peluang bagi atlet untuk mengumpulkan poin peringkat dunia sekaligus menjadi pengakuan atas kapasitas Indonesia dalam menyelenggarakan kejuaraan internasional.
Ketua Umum PBTI, Letjen TNI Richard Tampubolon, mengatakan kejuaraan tersebut menjadi momentum strategis untuk meningkatkan daya saing atlet Indonesia di tingkat internasional.
"Kejuaraan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships (G2) menjadi ajang strategis bagi atlet Indonesia untuk meningkatkan prestasi dan daya saing internasional," kata Richard.
Menurutnya, ajang ini tidak hanya menjadi kesempatan menghadapi atlet-atlet elite Asia dan dunia, tetapi juga menjadi bahan evaluasi kemampuan teknis, fisik, mental, serta strategi bertanding sebagai bagian dari pembinaan menuju kejuaraan internasional berikutnya.
Selain itu, kejuaraan G2 juga membuka peluang bagi atlet Indonesia untuk menambah poin peringkat World Taekwondo yang menjadi salah satu syarat menuju kompetisi level lebih tinggi.
Sekretaris Jenderal PBTI, Rafael Hotasi Siagian, mengatakan penyelenggaraan kejuaraan tersebut juga menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kemampuan sebagai tuan rumah event olahraga internasional.
"Ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai penyelenggara event internasional," ujar Rafael.
PBTI menyatakan seluruh persiapan teknis terus dimatangkan, termasuk penyiapan wasit bersertifikat internasional, pelatih, manajer pertandingan, perangkat teknis, serta pelaksanaan penyegaran wasit dan technical meeting sebelum kompetisi dimulai.
Selama lima hari penyelenggaraan, pertandingan akan dibagi dalam dua kategori. Nomor Poomsae Recognized dan Poomsae Freestyle dijadwalkan berlangsung pada 1–2 Agustus, sedangkan nomor Kyorugi Senior Putra dan Kyorugi Senior Putri akan digelar pada 3–5 Agustus.
PBTI menargetkan kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang meraih prestasi, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu penyelenggara kejuaraan taekwondo bergengsi di kawasan Asia. (Hd)


