Warga Minta Evaluasi Pengelolaan Sampah SPPG Sawangan Setelah Muncul Bau Menyengat


SUARA NEGERI ■ WONOSOBO — Warga Desa Sawangan, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, mengeluhkan bau tidak sedap yang diduga berasal dari tumpukan sampah organik di area Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sawangan. Aroma menyengat tersebut dinilai mengganggu kenyamanan warga yang bermukim di sekitar lokasi.


Sejumlah warga menyebut bau muncul dari sisa bahan pangan dan limbah organik dapur operasional yang menumpuk, terutama saat cuaca panas atau lembap.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala SPPG Sawangan, Mita, mengatakan pengelola telah bekerja sama dengan Pemerintah Desa Sawangan untuk pengangkutan sampah operasional.

"Kami sudah melakukan kerja sama dengan pihak desa. Sampah dari lingkungan SPPG diambil dan diangkut secara berkala setiap seminggu sekali oleh petugas desa," kata Mita saat dikonfirmasi.

Meski demikian, sejumlah warga menilai frekuensi pengangkutan tersebut belum memadai untuk sampah organik yang mudah membusuk. Mereka berharap pengangkutan dilakukan lebih sering agar tidak menimbulkan bau dan mengganggu lingkungan sekitar.

Dalam pengelolaan sampah, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah mengatur bahwa setiap penyelenggara kegiatan berkewajiban mengelola sampah yang dihasilkannya dengan cara yang ramah lingkungan. Sementara Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup juga mengatur kewajiban setiap pihak untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan.

Selain itu, ketentuan higiene dan sanitasi pada fasilitas penyedia makanan menekankan pentingnya pengelolaan sampah organik secara cepat guna mencegah pembusukan, munculnya vektor penyakit, serta gangguan terhadap lingkungan.

Dalam laporan yang diterima SuaraNegeri.co.id, disebutkan bahwa setelah dilakukan peninjauan lapangan oleh tim pelapor, Ketua Umum DPP KJN mengaku dihubungi seseorang yang mengatasnamakan pihak SPPG berinisial AY dan meminta agar temuan tersebut tidak dipublikasikan. Hingga berita ini diturunkan, SuaraNegeri.co.id belum memperoleh konfirmasi dari pihak yang bersangkutan terkait klaim tersebut.

Warga berharap pengelola SPPG bersama Pemerintah Desa segera mengevaluasi sistem pengelolaan sampah, termasuk mempertimbangkan pengangkutan yang lebih rutin atau pengolahan sampah organik secara mandiri agar tidak menimbulkan dampak terhadap kesehatan maupun kenyamanan lingkungan.

Redaksi masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak terkait guna memenuhi prinsip pemberitaan yang berimbang.(Noer/Tim)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  •  Warga Minta Evaluasi Pengelolaan Sampah SPPG Sawangan Setelah Muncul Bau Menyengat
  •  Warga Minta Evaluasi Pengelolaan Sampah SPPG Sawangan Setelah Muncul Bau Menyengat
  •  Warga Minta Evaluasi Pengelolaan Sampah SPPG Sawangan Setelah Muncul Bau Menyengat
  •  Warga Minta Evaluasi Pengelolaan Sampah SPPG Sawangan Setelah Muncul Bau Menyengat
  •  Warga Minta Evaluasi Pengelolaan Sampah SPPG Sawangan Setelah Muncul Bau Menyengat
  •  Warga Minta Evaluasi Pengelolaan Sampah SPPG Sawangan Setelah Muncul Bau Menyengat