Sambut Hari Pramuka dan Jamnas 2026, Buwas Pimpin Ziarah ke Makam Presiden Soeharto di Astana Giribangun


SUARA NEGERI ■ KARANGANYAR — Menyambut peringatan Hari Pramuka ke-65 dan gelaran Jambore Nasional ke-12 tahun 2026, jajaran pimpinan Gerakan Pramuka menggelar rangkaian ziarah ke makam para tokoh bangsa. Salah satunya adalah ziarah ke makam Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto di Astana Giribangun, Matesih, Karanganyar. 

Ziarah ini dipimpin langsung oleh Ketua Kwartir Nasional (Kakwarnas) Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso, didampingi sejumlah jajaran pimpinan daerah. Diantaranya Ketua Kwarda Jawa Tengah Budi Prayitno, Ketua Kwarda Jawa Timur Arum Sabil, serta Ketua Kwarcab Karanganyar Kurniadi Maulato beserta jajaran pengurus.

Ziarah ini sebagai momen refleksi berharga untuk mengingat kembali fondasi kuat dan kontribusi besar yang telah diletakkan oleh para pendahulu bagi perjalanan kepanduan tanah air.

Menurut Buwas, perhatian besar Presiden Soeharto beserta Ibu Tien Soeharto di masa kepemimpinannya menjadi pilar utama pesatnya perkembangan Pramuka di Indonesia. Salah satu peninggalan monumental yang manfaatnya masih terus dirasakan hingga saat ini adalah penyediaan fasilitas Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur.

"Fasilitas berstandar internasional ini tidak hanya menjadi saksi bisu berbagai peristiwa bersejarah kepramukaan, tetapi juga menjadi tempat bernaung puluhan ribu anggota Pramuka Garuda dari seluruh penjuru nusantara dalam agenda bertaraf nasional maupun internasional, " ucap Buwas kepada media, usai ziarah Rabu (5/8). 

Lebih lanjut dikatakan, melalui tradisi nyekar ini, Gerakan Pramuka ingin menanamkan rasa syukur sekaligus mengajak seluruh generasi muda untuk tidak pernah melupakan jasa para pahlawan. Apa yang dinikmati oleh anggota Pramuka saat ini merupakan hasil dari buah pemikiran, pengorbanan, dan dedikasi nyata dari para tokoh pendahulu. 

Sementara itu, Ketua Kwarda Jawa Tengah, Budi Prayitno, menambahkan bahwa tradisi ziarah ini diselenggarakan serentak oleh Kwartir Daerah di seluruh provinsi sebagai sarana edukasi karakter bangsa bagi anggota muda. Di Jawa Tengah sendiri, ziarah juga menyasar ke makam para mantan Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) dan Ketua Kwarda dari masa ke masa.

"Gerakan Pramuka hari ini tidak lepas dari peran para pendahulu. Generasi muda harus ingat bahwa apa yang kita nikmati saat ini adalah hasil pengorbanan, gagasan, dan pemikiran tokoh-tokoh bangsa. Tugas kita adalah melanjutkan dan menyempurnakannya," tambah Budi Prayitno.

Menjelang puncak Hari Pramuka ke-65 dan gelaran Jambore Nasional (Jamnas) XII 2026, Gerakan Pramuka di bawah kepemimpinan Budi Waseso terus menegaskan komitmennya untuk menjadi pilar utama pencetak manusia Pancasila yang tangguh, berintegritas, berwawasan kebangsaan, serta siap menjadi pemimpin masa depan Indonesia.

Semangat dari ziarah ini diharapkan mampu melecut motivasi para kader Pramuka untuk terus mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif. Meneladani integritas dan jiwa kepemimpinan para tokoh bangsa menjadi modal utama bagi Pramuka dalam mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter Pancasila, serta tangguh dalam menghadapi tantangan zaman ke depan. (hrs)
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  •  Sambut Hari Pramuka dan Jamnas 2026, Buwas Pimpin Ziarah ke Makam Presiden Soeharto di Astana Giribangun
  •  Sambut Hari Pramuka dan Jamnas 2026, Buwas Pimpin Ziarah ke Makam Presiden Soeharto di Astana Giribangun
  •  Sambut Hari Pramuka dan Jamnas 2026, Buwas Pimpin Ziarah ke Makam Presiden Soeharto di Astana Giribangun
  •  Sambut Hari Pramuka dan Jamnas 2026, Buwas Pimpin Ziarah ke Makam Presiden Soeharto di Astana Giribangun
  •  Sambut Hari Pramuka dan Jamnas 2026, Buwas Pimpin Ziarah ke Makam Presiden Soeharto di Astana Giribangun
  •  Sambut Hari Pramuka dan Jamnas 2026, Buwas Pimpin Ziarah ke Makam Presiden Soeharto di Astana Giribangun