Tragedi Berdarah Toko Sepatu Karangpandan, Penjaga Kritis Dihantam Benda Tumpul
KARANGANYAR, SUARA NEGERI - Aksi kekerasan menimpa salah satu warga Dusun Kandangmenjangan, Desa dan Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, pada Rabu 16 September malam. Seorang penjaga toko sepatu dan pakaian Matahari Ayu berinisial N tergeletak bersimbah darah di dalam tempat kerjanya sekitar pukul 19.00 WIB.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang mendengar teriakan histeris meminta pertolongan dari dalam toko di jalur utama Karanganyar–Tawangmangu. Suparni, warga setempat berusia 65 tahun, menuturkan bahwa anaknya langsung berlari ke luar rumah begitu mendengar suara tersebut. Mereka mendapati korban sudah tergeletak tak berdaya dengan luka sangat parah di area kepala.
Korban diduga berusaha mempertahankan barang berharga saat tindak penganiayaan terjadi. Akibat luka parah di kepala yang diduga kuat akibat hantaman benda tumpul, korban N langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum untuk mendapatkan perawatan medis darurat. Kondisi korban hingga saat ini dilaporkan masih kritis sehingga belum bisa dimintai keterangan.
Tim Inafis Satreskrim Polres Karanganyar bersama Polsek Karangpandan langsung bergerak cepat menyisir lokasi kejadian usai menerima laporan warga pada pukul 18.50 WIB. Dari hasil olah tempat kejadian perkara awal, petugas menemukan ceceran darah berserakan di area meja kasir hingga ruang ganti.
Kasat Reskrim Polres Karanganyar AKP Wikan Sri Kadiono menegaskan bahwa kepolisian saat ini masih mendalami motif pasti di balik insiden kelam ini. Pihaknya belum dapat memastikan apakah peristiwa tersebut murni perampokan atau penganiayaan berat, mengingat inventarisasi barang toko masih terus berlanjut.
"Terkait dengan pencurian atau hanya tindak kekerasan, baru kita dalami. Kita masih berkoordinasi dengan pemilik toko untuk mengecek adakah barang yang hilang," ujar AKP Wikan Sri Kadiono saat ditemui di lokasi kejadian.
Polisi telah mengamankan barang bukti di lokasi beserta rekaman kamera CCTV dari area sekitar untuk mengidentifikasi serta memburu pelaku. Penyidik juga terus berkoordinasi dengan pemilik toko guna memastikan ada tidaknya uang tunai maupun barang berharga yang raib digondol pelaku. (hrs)

