Alih Fungsi Hutan di Wonosobo Mengerikan! Wakil Menteri Agama RI Ajak Warga Sayangi Alam, Jangan Dirusak !!
SUARA NEGERI | WONOSOBO — Seperti apa yang masyarakat Wonosobo ketahui dan sudah tidak menjadi rahasia umum, keadaan hutan Perhutani yang ada di wilayah kedu utara tepatnya di kecamatan Kejajar sangat memprihatinkan.
Alih fungsi hutan yang membabi-buta tanpa memperhatikan keselamatan alam dan manusia disekitarnya telah berlangsung beberapa tahun kebelakang dan diduga ada oknum yang bermain.
H. Manteb Abdul Ghoni putra asli Wonosobo dalam beberapa tahun terakhir, beliau sering memimpin gerakan penanaman bibit pohon di wilayah Wonosobo terutama di daerah lereng gunung dan hulu sungai, yang mana hal ini dilakukan sebagai upaya mitigasi bencana longsor dan konservasi air di daerah tangkapan air.
Beliau sering mengampanyekan pentingnya menanam pohon yang tidak hanya berfungsi secara ekologis, tapi juga ekonomis bagi masyarakat lokal, seperti bibit buah-buahan atau pohon keras yang hasilnya bisa dirasakan warga dalam jangka panjang.
"Untuk menyelamatkan alam yang ada di kabupaten Wonosobo yang sudah sangat memprihatinkan saya tidak akan mundur sejengkalpun. Alhamdulillah dukungan datang dari berbagai pihak termasuk dukungan dari pemerintah pusat, yang menjadikan kami semangat untuk menyelamatkan alam dan masyarakat di sekitarnya. Karena bukan tidak mungkin jika hal ini tidak disikapi dengan serius, maka setelahnya kita hanya merenung dan kecewa kenapa bencana ini bisa terjadi,” Ungkap H. Manteb Abdul Ghoni kepada awak media, pada Jumat (27/2).
Wakil Mentri Agama Romo H. R Muhammad Syafi'i, SH M.HUM yang sekarang menjabat sebagai Wakil Menteri Agama Republik Indonesia sangat mendukung adanya misi memulihkan alam Wonosobo yang sebagian sudah rusak karena ulah manusia.
"Sebagai sinergitas Nasional terhadap daerah, dalam hal ini alam yang ada di kabupaten Wonosobo saya sangat mendukung langkah-langkah positif yang di lakukan Bp.H.Manteb Abdul Ghoni bersama team. Karena alam ini sangat dibutuhkan oleh manusia dan tidak bisa terpisahkan, maka saya berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia terutama di kabupaten Wonosobo pergunakan alam ini dengan bijaksana," katanya.
"Untuk alam yang sudah rusak karena ulah manusia mari segera kita perbaiki, dan untuk alam yang masih baik harus benar-benar kita lindungi agar benar-benar bermanfaat untuk kita hingga untuk anak cucu kita," Ajak Romo HR.Muhammad Syafi'i.
Lewat organisasinya, H.Manteb Abdul Ghoni berupaya menyelaraskan visi pemerintah pusat mengenai ketahanan pangan dan kelestarian alam ke tingkat lokal di Wonosobo.
Baginya, penghijauan adalah bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan yang rawan bencana.
Dalam peranya sebagai motor penggerak/koordinator lapangan untuk program-program rehabilitasi lahan di Wonosobo melalui jaringan relawan dan organisasinya.
Beliau mengajak seluruh masyarakat yang tinggal di sekitar Hutan Perhutani stop melakukan hal-hal yang akan membuat alam marah terhadap masyarakat disekitarnya. (Team77)
