Belum Ada Indikator Kuat Prabowo Pasti Lengser Sebelum 2029
SUARA NEGERI | JAKARTA — Prediksi yang disampaikan oleh Rocky Gerung bahwa Prabowo Subianto bisa tidak bertahan sampai 2029 sebenarnya lebih tepat dilihat sebagai analisis politik atau spekulasi, bukan ramalan pasti.
Demikian disampaikan pengamat politik Thoriq Aziz, menanggapi prediksi Rocky Gerung (RG), pada Selasa (17/3).
"Dalam politik, prediksi seperti ini biasanya bertujuan membaca dinamika kekuasaan yang mungkin terjadi. Jika melihat kondisi sekarang, koalisi pemerintahan cukup besar dan dukungan politik terhadap Prabowo Subianto relatif kuat, sementara oposisi di parlemen tidak dominan," katanya.
Oleh karena itu, menurut Direktur Riset Inapro Foundation ini, prediksi RG tak sesuai gambaran realitas politik saat ini. Banyak analis menilai kemungkinan presiden lengser sebelum 2029 masih kecil, kecuali terjadi krisis besar yang tidak terduga.
Menurutnya, prediksi seperti yang dilontarkan Rocky Gerung lebih merupakan peringatan politik bahwa kekuasaan selalu bergantung pada stabilitas ekonomi, dukungan elite, dan kepercayaan rakyat.
Sebelumnya, Rocky beberapa kali mengatakan bahwa pemerintahan Prabowo bisa menghadapi tekanan politik besar sebelum 2029, sehingga tidak mustahil terjadi perubahan kekuasaan atau krisis politik. Pernyataan itu muncul dalam berbagai diskusi politik dan program analisis publik.
Ia biasanya mendasarkan analisisnya pada beberapa faktor seperti, konflik elite, tekanan ekonomi, dan dinamika koalisi konflik antara kekuatan lama dan baru dalam kekuasaan.
Thoriq Aziz menegaskan, secara hukum di Indonesia, masa jabatan presiden adalah 5 tahun sampai pemilu berikutnya.
"Namun presiden bisa berhenti sebelum masa jabatan selesai jika terjadi hal-hal seperti Impeachment oleh DPR dan MPR (melanggar hukum berat atau konstitusi), mengundurkan diri dan tidak mampu menjalankan tugas karena faktor kesehatan," ujarnya.
Berbeda dengan jatuhnya Suharto pada 1998, lanjut Thoriq, itu akibat tekanan ekonomi dan demonstrasi besar.
"Artinya, secara sistem bukan hal mustahil, tetapi sangat jarang terjadi dalam sistem demokrasi stabil," pungkasnya.
"Karena itu, saya menilai peluang lengser sebelum 2029 kecil, kecuali terjadi krisis besar," imbuhnya. (dea)

