Domino, Permainan Olah Raga Otak yang Murah dan Menyehatkan
SUARA NEGERI ■ JAKARTA — Filosofi permainan olahraga domino (gaple) berakar pada kesabaran, strategi, dan pengendalian diri, yang mencerminkan kehidupan sosial.
Domino bukan sekadar keberuntungan, melainkan asah otak untuk membaca peluang, menekan ego, dan membangun ikatan (silaturahmi), serta kini diangkat sebagai olahraga intelektual berbasis kearifan lokal yang menjunjung tinggi fair play.
Domino (GAPLE) adalah permainan olah raga otak yang murah dan menyehatkan. Walaupun saling berkompetisi untuk memenangkan permainan Domino (GAPLE), tetapi para pemainnya tetap duduk bersama, saling bercanda ria dan minum kopi bersama.
Luar biasanya yang menang ataupun yang kalah dalam permainan olah raga Domino (GAPLE) tidak mereka hiraukan, tetapi silaturahmi, persaudaraan dan persahabatan mereka tetap terjaga dan terjalin dengan baik, dan mereka tetap bisa bercanda ria dan bersenda gurau dan ngopi bareng bahkan makan bersama.
Permainan Domino (GAPLE) adalah olah raga yang sangat baik untuk kesehatan otak, karena menyeimbangkan fungsi otak kanan dan otak kiri.
Permainan olah raga Domino (GAPLE) membuat otak terus berpikir dan bekerja, dan akan memperlambat menyusutnya jaringan Saraf di kepala (otak), karena seiring bertambahnya usia, jaringan saraf mengalami perubahan degeneratif yang sering kali ditandai dengan penurunan fungsi dan "penyusutan" struktur, baik secara harfiah maupun fungsional, sehingga para pemain olah raga Domino (GAPLE) akan terhindar dari Pikun dan Dimensia, serta terhindar dari penyakit Alzheimer.
Permainan ini akan mengeluarkan Hormon Dopamin dan Hormon Endorfin (Hormon Bahagia), yang membuat para pemainnya sehat dan awet muda. Silaturahmi dalam permainan GAPLE akan memperpanjang usia.
Permainan olah raga Domino (GAPLE) cocok untuk para Lansia, yang sudah tidak memungkinkan lagi untuk berolah raga fisik yang berat.
Para pemain olah raga Domino (GAPLE) juga sangat beragam, dan tidak membedakan latar belakang usia, status sosial, gender maupun latar belakang politik, semua bisa duduk dengan damai dalam satu meja.
Untuk melatih kecerdasan, permainan kartu bahkan sudah diajarkan sejak kecil seperti di Negara Tiongkok (China) dan Jepang. (*)

