Iran dan Turki Bahas Keamanan Regional di Tengah Perang Agresi AS-Israel
SUARA NEGERI | ANKARA — Menteri Luar Negeri Iran dan Turki membahas perkembangan regional mendesak yang dipicu oleh kampanye militer AS dan Israel yang sedang berlangsung terhadap Republik Islam Iran.
Dalam percakapan telepon pada hari ini (24/3), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dan mitranya dari Turki, Hakan Fidan, berbicara tentang perkembangan regional dan dampak perang ilegal yang dipaksakan oleh AS dan rezim Israel terhadap keamanan kawasan dan dunia.
Menteri Luar Negeri Iran menjelaskan kejahatan yang dilakukan oleh para agresor terhadap rakyat Iran, khususnya serangan terhadap sekolah, rumah sakit, dan daerah pemukiman.
Araqchi menekankan tekad Iran untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayahnya dengan tegas, menyatakan bahwa tindakan Iran dalam menargetkan pangkalan dan fasilitas militer para agresor di negara-negara regional sejalan dengan hak inherennya untuk membela diri.
Ia menyatakan penyesalannya bahwa wilayah negara-negara Islam di kawasan tersebut disalahgunakan untuk serangan AS dan Israel terhadap Iran.
Araqchi menyatakan bahwa konsekuensi agresi militer oleh AS dan rezim Zionis telah memengaruhi keamanan dan stabilitas regional, serta keselamatan navigasi di Selat Hormuz.
Diplomat senior Iran itu menambahkan bahwa ketidakamanan yang ditimbulkan di Selat Hormuz adalah akibat langsung dari agresi militer AS-Israel, dan bahwa negara-negara di kawasan dan di seluruh dunia harus meminta pertanggungjawaban para pelaku situasi ini atas kejahatan mereka.
Sementara itu, Fidan menunjuk pada dampak berkelanjutan dari perang di kawasan tersebut dan merinci konsultasinya baru-baru ini dengan para pejabat dari negara lain.
Menteri Luar Negeri Turki menekankan perlunya upaya untuk mengurangi ketegangan dan memperkuat hubungan antara Iran dan negara-negara regional.(Tasnim)

