Ledakan Mercon di Pekalongan, 1 Tewas Dan 1 Korban Tangannya Remuk
SUARA NEGERI | PEKALONGAN — Lagi, peristiwa ledakan mercon terjadi di kawasan Kuripan Kertoharjo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah.
Akibatnya, 1 korban diketahui berinisial MSA (14) dinyatakan tewas, meski sempat dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bendan bersama dua korban lainnya.
"Korban berinisial MSA (14) dinyatakan meninggal dunia oleh pihak RSUD Bendan setelah menjalani perawatan intensif," kata Kapolsek Pekalongan Selatan Kompol Aries Tri Hartanto kepada wartawan, pada Selasa (24/3/2026).
Dalam sebuah video yang beredar diketahui, ketiga korban mengalami luka serius, bahkan satu korban terlihat tangannya remuk dan hancur akibat ledakan.
Berdasarkan laporan yang diterima, ledakan terjadi di tanah kosong milik warga di Kuripan Kidul Gang 2, pada senin sore (23/3).
Suara dentuman sempat menggetarkan rumah warga di sekitar lokasi kejadian.
Salah satu saksi, Saefulloh (35), mengaku awalnya mendengar suara ledakan dari dalam rumahnya.
Saat mendatangi sumber suara, ia mendapati Tiga Bocah sudah dalam kondisi tergeletak dengan badan penuh luka Parah.
"Begitu terdengar ledakan keras, saksi langsung menuju lokasi dan mendapati para korban dalam kondisi terluka, Selanjutnya korban segera dievakuasi ke RSUD Bendan menggunakan ambulans," jelas Ps. Kasi Humas Polres Pekalongan Kota, Iptu Purno Utomo,
Adapun 3 Bocah yang menjadi korban masing-masing berinisial MSI (14), MMS (17), dan MAA (14), yang ke 3 nya menderita luka luka parah disekujur tubuhnya.
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan saksi.
Dari lokasi, polisi menyita sejumlah barang yang diduga digunakan untuk merakit mercon, seperti selongsong berbagai ukuran, serbuk belerang, serta alat bantu lainnya.
Kapolres Pekalongan Kota melalui Ps. Kasi Humas Iptu Purno Utomo menegaskan, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait asal-usul bahan peledak tersebut dan kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
"Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui dari mana bahan-bahan tersebut diperoleh dan apakah ada pihak lain yang turut serta dalam peristiwa ini," tegasnya.
Lebih lanjut, pihaknya mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak bermain maupun merakit petasan atau bahan peledak berbahaya.
"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuat, menyimpan, maupun menyalakan petasan atau mercon karena sangat berbahaya dan dapat menimbulkan korban jiwa. Peran orang tua sangat penting untuk mengawasi aktivitas anak-anak, terlebih di momen hari raya Idul Fitri seperti ini," pungkasnya. (Rudiono/Ratih)


