Puing Puing Bangunan Rumah Rusak Pasca Gempa, Potret Getir Warga Pasilambena
SUARA NEGERI ■ PASILAMBENA — Musibah gempa magnitudo 7,5 skala richter yang lima tahun silam melanda dua wilayah kecamatan pulau terluar di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, hingga kini, masih menyisakan duka dan kesedihan mendalam bagi warga masyarakat Pulau Bonerate dan Kalao toa, Kecamatan Pasilambena.
Raut kepedihan dan perasaan trauma masih terus menghantui sebahagian warga yang harus kehilangan harta benda dan merelakan bangunan rumah mereka hancur akibat getaran gempa.
Musibah yang berlangsung pada tahun 2021 tersebut, turut menyebabkan rusak dan luluh lantaknya sejumlah bangunan kios milik warga lokal.
Fatalnya, karena hingga dengan medio bulan Maret 2026, dampak kerusakan rumah dan kios milik korban gempa di Kecamatan Pasilambena, tak banyak mengalami perubahan.
Puluhan unit bangunan permukiman korban gempa didapati wartawan masih dalam kondisi hancur dan tak sedikitpun tersentuh kucuran bantuan anggaran rehabilitasi dari pemerintah.
Sebahagian rumah korban gempa yang tak tersentuh alokasi anggaran rehabilitasi, bahkan terlihat tak lagi dihuni dan sengaja dikosongkan pemiliknya.
Beberapa diantaranya lebih memilih meninggalkan Pulau Kalao toa dan tinggal ngontrak di daratan Ibukota Kabupaten Selayar.
Mereka terpaksa meninggalkan mata pencaharian sebagai petani kopra dan nelayan pesisir yang telah dilakoni selama puluhan tahun. (Fad)

