Ribuan Kapal Terancam Menganggur, Iran Klaim Miliki Kontrol Penuh Atas Selat Hormuz


SUARA NEGERI ■ Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan memiliki “kontrol penuh” atas jalur air strategis tersebut, dengan serangan baru terhadap kapal-kapal komersial di dekat Selat Hormuz semalam meningkatkan kekhawatiran bahwa perang AS-Israel yang meningkat dengan Iran dapat semakin mengganggu salah satu koridor energi terpenting di dunia.

Dari Selat Hormuz, reporter Al-Jazeera TV melaporkan kondisi ini telah memperkuat posisi tawar bagi Iran.

Sementara Media pemerintah Iran, pada hari Rabu menyiarkan komentar dari seorang pejabat angkatan laut IRGC yang menegaskan bahwa Republik Islam sekarang mengendalikan selat tersebut. 

"Jalur pelayaran sempit antara Iran dan Oman yang biasa dilalui oleh sekitar seperlima pasokan minyak global saat ini dalam kontrol kendali kami," tegas pejabat otoritas setempat, pada Rabu (4/3). 

Pernyataan tersebut menyusul peringatan dari Presiden AS Donald Trump bahwa Washington dapat mengerahkan pengawal angkatan laut untuk kapal tanker jika situasi keamanan memburuk.

Pernyataan tersebut muncul ketika badan-badan keamanan maritim melaporkan serangan baru terhadap kapal-kapal komersial yang beroperasi di dekat jalur pelayaran utama Teluk.

Dalam insiden pertama, sebuah kapal yang berlayar sekitar 137 mil laut di sebelah timur Muscat melaporkan adanya ledakan di dekatnya pada Selasa malam, menurut United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO). Kapal tersebut melanjutkan pelayaran dan tidak ada cedera atau kerusakan besar yang dilaporkan.

Insiden kedua terjadi beberapa jam kemudian di dekat pelabuhan Fujairah di Uni Emirat Arab, di mana sebuah kapal tanker yang beroperasi sekitar tujuh mil laut lepas pantai dihantam oleh puing-puing dari proyektil yang tidak dikenal. 

Dampaknya menyebabkan kerusakan kecil pada cerobong kapal tetapi tidak memicu kebakaran atau banjir, dan awak kapal dilaporkan selamat, menurut UKMTO.

Insiden-insiden ini menambah daftar serangan terhadap pelayaran komersial yang semakin meningkat sejak konflik dengan Iran meningkat. Otoritas maritim telah mendesak kapal-kapal yang beroperasi di wilayah tersebut untuk tetap waspada dan melaporkan aktivitas yang mencurigakan.

Situasi keamanan telah mulai memperlambat pergerakan kapal tanker melalui Selat Hormuz, sebuah jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia yang biasanya menangani sekitar 20 juta barel minyak mentah dan produk petroleum per hari.

Meskipun terjadi gangguan, pelayaran terisolasi masih berlangsung. Data pelacakan kapal yang dikutip oleh Reuters menunjukkan kapal tanker Pola melintasi selat tersebut awal pekan ini sebelum menuju Uni Emirat Arab untuk memuat minyak mentah. 

Sementara itu, perusahaan analisis perkapalan Clarksons Research memperkirakan ribuan kapal tetap menganggur di seluruh Teluk karena operator menilai risiko keamanan.

Sumber ■ Al-Jazeera/Reuters

EDITOR ■ Rasyid Munandar
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  •  Ribuan Kapal Terancam Menganggur, Iran Klaim Miliki Kontrol Penuh Atas Selat Hormuz
  •  Ribuan Kapal Terancam Menganggur, Iran Klaim Miliki Kontrol Penuh Atas Selat Hormuz
  •  Ribuan Kapal Terancam Menganggur, Iran Klaim Miliki Kontrol Penuh Atas Selat Hormuz
  •  Ribuan Kapal Terancam Menganggur, Iran Klaim Miliki Kontrol Penuh Atas Selat Hormuz
  •  Ribuan Kapal Terancam Menganggur, Iran Klaim Miliki Kontrol Penuh Atas Selat Hormuz
  •  Ribuan Kapal Terancam Menganggur, Iran Klaim Miliki Kontrol Penuh Atas Selat Hormuz