Diskusi Publik Soroti Rusaknya Tata Kelola Pertambangan di Sulawesi Tengah


SUARA NEGERI | PALU — Sejumlah elemen masyarakat akan menggelar kegiatan Diskusi Publik bertajuk "Rusaknya Tata Kelola Pertambangan di Sulawesi Tengah" pada Senin, 15 Juni 2026 pukul 15.00 WITA hingga selesai, bertempat di Warkop Rajawali, Jalan Rajawali, Kota Palu, Sulawesi Tengah.


Kegiatan ini dilaksanakan sebagai ruang dialog terbuka untuk membahas berbagai persoalan yang muncul akibat lemahnya tata kelola sektor pertambangan di Sulawesi Tengah. Diskusi akan mengangkat sejumlah isu strategis, mulai dari kerusakan lingkungan, ketidakadilan sosial, lemahnya pengawasan, hingga kerugian negara dan daerah yang ditimbulkan dari aktivitas pertambangan yang tidak dikelola secara transparan dan berkelanjutan.

Pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa forum ini bertujuan mendorong lahirnya gagasan, rekomendasi, serta solusi konstruktif dalam mewujudkan tata kelola pertambangan yang lebih baik, berkeadilan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat serta kelestarian lingkungan.

Diskusi publik tersebut akan menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, yakni akademisi, pengusaha, pemerhati sosial dan lingkungan, media, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Kehadiran para narasumber diharapkan mampu memberikan perspektif yang komprehensif terkait kondisi tata kelola pertambangan saat ini dan langkah-langkah perbaikannya di masa mendatang.

Kegiatan ini terbuka untuk umum dan diharapkan dapat menjadi wadah partisipasi masyarakat dalam mengawal kebijakan sektor pertambangan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

Direktur LIPKADA Center, Andi Ridwan Bataraguru, mengajak seluruh elemen masyarakat, mahasiswa, aktivis, akademisi, pelaku usaha, media, serta pemangku kepentingan lainnya untuk hadir dan berpartisipasi aktif dalam forum tersebut.

"Melalui diskusi ini, kami berharap dapat menghimpun berbagai pandangan dan masukan yang konstruktif demi perbaikan tata kelola pertambangan di Sulawesi Tengah. Keterlibatan semua pihak sangat penting untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya alam yang adil dan berkelanjutan," ujar Andi Ridwan Bataraguru.

Dengan semangat "Untuk Sulawesi Tengah yang Lebih Baik", forum ini diharapkan menjadi momentum bersama dalam mengawasi, mengkritisi, sekaligus memperbaiki tata kelola pertambangan demi masa depan Sulawesi Tengah yang lebih sejahtera dan berkelanjutan. (DhankZ)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  •  Diskusi Publik Soroti Rusaknya Tata Kelola Pertambangan di Sulawesi Tengah
  •  Diskusi Publik Soroti Rusaknya Tata Kelola Pertambangan di Sulawesi Tengah
  •  Diskusi Publik Soroti Rusaknya Tata Kelola Pertambangan di Sulawesi Tengah
  •  Diskusi Publik Soroti Rusaknya Tata Kelola Pertambangan di Sulawesi Tengah
  •  Diskusi Publik Soroti Rusaknya Tata Kelola Pertambangan di Sulawesi Tengah
  •  Diskusi Publik Soroti Rusaknya Tata Kelola Pertambangan di Sulawesi Tengah