Video Napi Diduga Gunakan Narkoba Viral, Kalapas Jambi: Jika Terbukti, Tindakan Keras Menanti
SUARA NEGERI | JAMBI — Viral di media sosial, sebuah rekaman video yang memperlihatkan seorang narapidana diduga menggunakan narkoba dari dalam lapas, memicu perhatian publik. Menanggapi hal tersebut, Kepala Lapas Kelas IIA Jambi, Syahroni Ali, angkat bicara.
Syahroni menegaskan pihaknya tidak tinggal diam dan langsung melakukan penelusuran internal begitu video tersebut mencuat. Dengan jumlah warga binaan mencapai sekitar 1.600 orang, pihak lapas mengaku tengah bekerja ekstra untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.
“Kami dalami kasus ini, apakah benar ada keterlibatan narapidana di dalam Lapas Jambi. Saat ini kami terus bergerak secara intensif menelusuri video yang viral itu,” tegasnya.
Namun hingga kini, pihak lapas mengaku belum menemukan kecocokan antara sosok dalam video dengan warga binaan yang ada. Kondisi video yang gelap dan tidak jelas menjadi kendala utama dalam proses identifikasi.
“Kami sudah cek, tapi belum ditemukan kemiripan. Video tersebut tidak begitu jelas, sehingga menyulitkan proses penelusuran,” ujarnya.
Meski demikian, Syahroni menegaskan komitmennya untuk tidak mentolerir pelanggaran, terlebih jika berkaitan dengan narkoba di dalam lapas.
“Kalau memang terbukti, kami akan lakukan tindakan keras. Sebagai pimpinan, saya juga akan berbenah dan memperketat pengawasan,” tegasnya lagi.
Di sisi lain, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jambi atas kegaduhan yang timbul akibat video tersebut. Ia berjanji akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan demi menjaga kepercayaan publik.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami akan terus berbenah menjadi lebih baik,” imbuhnya.
Pihak lapas memastikan, apabila nantinya ditemukan fakta baru atau keterlibatan warga binaan, informasi tersebut akan segera disampaikan secara terbuka kepada publik.
Kasus ini menjadi sorotan, sekaligus kembali menguji komitmen pengawasan di dalam lembaga pemasyarakatan, khususnya terkait peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang kerap menjadi isu laten di balik tembok penjara. (*)

