Upaya AS Gagal Selamatkan Pilot Pesawat Tempur Jatuh, Ini Kronologinya
SUARA NEGERI | Kohgiluyeh — Upaya Amerika Serikat (AS) untuk menyelamatkan seorang pilot pesawat tempur yang jatuh dilaporkan berakhir gagal.
Insiden ini memicu perhatian luas, terutama terkait kronologi kejadian, lokasi jatuhnya pesawat, serta penyebab gagalnya operasi penyelamatan yang dilakukan tim militer.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa pasukan Amerika gagal menyelamatkan pilot pesawat tempur yang jatuh dari perbatasan Iran.
Sumber-sumber mengatakan, kepada wartawan di Kohgiluyeh dan Provinsi BoyerAhmad di Iran barat pada hari Jumat (3/4) bahwa pasukan AS telah melakukan operasi pencarian sejak pagi hari untuk menyelamatkan pilot pesawat tempur mereka, yang ditembak jatuh oleh Angkatan Bersenjata Iran.
Operasi tersebut melibatkan helikopter Black Hawk dan pesawat C-130 Hercules, namun upaya mereka sejauh ini belum membuahkan hasil.
Sumber tadi menambahkan bahwa, mengingat kerusakan reputasi Amerika Serikat dalam insiden ini, ada kemungkinan bahwa individu lain akan diperkenalkan dalam beberapa jam mendatang sebagai pilot yang diselamatkan.
Berdasarkan beberapa informasi, setelah hancurnya pesawat tempur canggih Amerika oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Jumat (3/4) pagi, pilot tersebut melontarkan diri dan mendarat di dalam negeri.
Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan pada hari Jumat bahwa jet tempur F-35 kedua telah dihancurkan di langit Iran tengah oleh sistem pertahanan canggih baru Angkatan Udara IRGC.
Dikatakan bahwa jet tempur yang nahas itu milik skuadron Lakenheath.
IRGC mencatat bahwa jet tempur yang menerobos telah hancur total dan jatuh.
AS dan rezim Israel melancarkan kampanye militer skala besar tanpa provokasi terhadap Iran setelah pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei, bersama dengan beberapa komandan militer senior dan warga sipil pada 28 Februari.
Serangan tersebut melibatkan serangan udara ekstensif di lokasi militer dan sipil di seluruh Iran, menyebabkan banyak korban dan kerusakan infrastruktur yang meluas.
Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran telah melakukan operasi pembalasan, menargetkan posisi Amerika dan Israel di wilayah pendudukan dan di pangkalan regional dengan gelombang rudal dan drone. (Tasnim/Mia)

