Aksi Aktivis Lingkungan Kurangi Limbah Plastik di Pesisir Pantai Mendapat Perhatian Bupati Selayar
SUARA NEGERI | SELAYAR — Fadly Syarif bukan bagian dari Komunitas Selayar Bebas Sampah Plastik. Ia hanyalah seorang warga biasa yang memiliki kepedulian terhadap upaya menjaga, melestarikan, dan mempertahankan kebersihan lingkungan pesisir pantai dari ancaman pencemaran limbah plastik kiriman yang terbawa arus gelombang pasang laut saat musim barat tiba.
Tumpukan sampah plastik berserakan di kawasan pesisir pantai sebelah barat Kota Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, pasca terjangan gelombang pasang musim barat tahun 2026 menjadi inspirasi awal bagi dirinya untuk melakukan aksi nyata pengurangan limbah plastik kiriman dari luar daerah.
Bekal kepedulian yang diperkuat oleh idealisme dan jiwa aktivisme lingkungan mendorongnya untuk turun langsung menangani persoalan sampah plastik yang menumpuk di sepanjang bibir pantai.
Fenomena limbah plastik yang menggunung layaknya “gunung es” mengetuk naluri dan hati nuraninya sebagai aktivis lingkungan.
Dengan langkah sederhana namun konsisten, ia mulai mengumpulkan satu per satu limbah plastik yang berserakan untuk kemudian diolah menjadi barang bernilai ekonomis dan komersial.
Puluhan karung limbah plastik berhasil dikumpulkan dan dipacking menggunakan karung plastik setelah terlebih dahulu dipilah dan diklasifikasikan berdasarkan jenis serta kualitasnya masing-masing.
Limbah plastik kiriman yang terdampar di sepanjang pesisir pantai sebelah barat Pelabuhan Rauf Rahman rencananya akan diberangkatkan ke Kota Makassar untuk didaur ulang.
Selain sampah plastik, berbagai jenis limbah lain seperti kaleng bekas, seng, tutup botol air mineral, tutup galon, dan tali plastik juga ikut dikumpulkan untuk dikirim ke sejumlah gudang industri daur ulang di kawasan Industri Makassar.
Pria yang selama ini aktif di Komunitas Pesona Indonesia tersebut menjelaskan bahwa kegiatan pengurangan limbah plastik dilakukan bukan semata untuk menjaga kebersihan lingkungan pantai, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pengurangan pencemaran laut dan pembangunan kawasan wisata bahari berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Menurutnya, limbah plastik dan sampah logam bekas memiliki potensi untuk diolah kembali menjadi bahan baku paving blok maupun batako yang bernilai guna ekonomis.
Langkah nyata yang dilakukannya mendapat apresiasi dan sambutan positif dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Bupati Selayar, H. Muhammad Natsir Ali.
Bupati menyatakan dukungan terhadap rencana pengolahan dan daur ulang limbah plastik menjadi bahan baku paving blok dan batako. Sebagai bentuk dukungan, pemerintah daerah bahkan meminta proposal kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis industri pengolahan dan daur ulang limbah plastik untuk ditindaklanjuti sebagai bagian dari program pengelolaan lingkungan berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Selayar. (Indah Permatasari)


