Sanae Takaichi Apresiasi Izin Bagi Kapal Jepang Melewati Selat Hormuz
SUARA NEGERI ■ TOKYO — Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam percakapan telepon dengan perdana menteri Jepang Sanae Takaichi menekankan perlunya mengutuk pembajakan maritim Amerika Serikat.
Pezeshkian dan Sanae Takaichi bertukar pandangan tentang perkembangan regional dan internasional terkini serta hubungan bilateral dalam percakapan telepon, pada hari Kamis. (30/4).
Presiden Iran menyoroti kejahatan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis dalam perang 40 hari terakhir yang dipaksakan terhadap bangsa Iran, termasuk pembunuhan pengecut terhadap Pemimpin Revolusi Islam, sekelompok pejabat politik dan militer senior, dan ratusan warga sipil Iran, yang menargetkan fasilitas umum, sekolah, dan rumah sakit, serta tindakan berbahaya para agresor dalam menargetkan fasilitas nuklir damai yang berada di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional, dan menganggap tindakan-tindakan ini sebagai contoh kejahatan perang.
Pezeshkian menganggap pernyataan provokatif para pejabat Amerika bersamaan dengan blokade pelabuhan Iran tidak dapat diterima dan bertentangan dengan hukum dan peraturan internasional, dan menekankan bahwa tindakan ini akan semakin memperumit situasi di kawasan tersebut.
Presiden juga menegaskan kembali tekad kuat pemerintah Iran, rakyat, dan Angkatan Bersenjata yang kuat untuk membela hak-hak Iran Islam yang tidak dapat disangkal dan sah.
Sementara itu, ia menekankan kesiapan negara untuk terus mengejar proses diplomatik guna mencapai solusi yang adil yang menjamin penghormatan terhadap hak-hak Iran dan terciptanya perdamaian dan ketenangan di kawasan tersebut.
Ia menganggap terwujudnya hal ini bergantung pada penghentian pendekatan yang berlebihan dan tindakan provokatif dari pihak Amerika.
Pezeshkian menganggap ketidakamanan yang ditimbulkan di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz sebagai akibat dari agresi Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran dan kelanjutan tindakan provokatif dan ilegal Amerika Serikat dalam blokade pelabuhan Iran dan serangan terhadap kapal dagang Iran.
Ia menekankan perlunya semua negara untuk mengambil sikap yang jelas dan tegas dalam mengutuk pembajakan maritim AS dan ancaman terhadap pelayaran internasional.
Perdana Menteri Jepang, di pihak lain, menekankan bahwa Tokyo sangat mementingkan kelanjutan hubungan persahabatan dan stabil dengan Republik Islam Iran, dan menyoroti peran Iran dalam stabilitas dan keamanan regional.
Jepang percaya bahwa dialog dan konsultasi yang berkelanjutan akan membantu mengurangi ketegangan di kawasan tersebut, kata Takaichi.
Ia mengapresiasi izin bagi kapal Jepang untuk melewati Selat Hormuz, menyerukan agar kapal-kapal Jepang lainnya juga dapat melewati jalur perairan strategis ini dengan aman, dan menekankan pentingnya keamanan pelayaran di kawasan ini.
Takaichi juga menekankan upaya untuk menyelesaikan ketegangan di Timur Tengah secara damai, dan menganggap diplomasi sebagai jalan utama untuk mengelola perbedaan dan mengurangi ketegangan.
Ia menyatakan harapan bahwa negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat akan segera dilanjutkan dan pada akhirnya mengarah pada kesepakatan akhir. (Tasnim/Mia)
