Gempa Susulan M4,6 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.046 Aftershock Pascagempa M6,7
SUARA NEGERI | PALU — Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 4,6 kembali mengguncang wilayah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (20/6/2026) pukul 05.33.17 WIB atau 06.33.17 WITA. Gempa ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas susulan pascagempa kuat M6,7 yang terjadi pada 16 Juni 2026 lalu.
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada pada koordinat 1,15 Lintang Selatan dan 120,02 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di darat sekitar 31 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 5 kilometer.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, menjelaskan bahwa gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Palolo.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Palolo,” ujar Djati dalam keterangan resminya.
Berdasarkan estimasi peta guncangan (Shakemap) BMKG dan laporan masyarakat, gempa dirasakan di Kabupaten Sigi, Kota Palu, dan Kabupaten Parigi Moutong dengan intensitas II hingga III MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang, serta getaran terasa nyata di dalam rumah seperti ada kendaraan berat yang melintas.
Meski sempat dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah, hingga saat ini belum terdapat laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Pemerintah daerah bersama BPBD dan instansi terkait terus melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi masyarakat tetap aman.
BMKG menegaskan bahwa gempa M4,6 yang terjadi pada Sabtu pagi merupakan bagian dari aktivitas susulan (aftershock) pascagempa M6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi pada 16 Juni 2026 pukul 10.27.44 WIB.
Hasil monitoring BMKG hingga 20 Juni 2026 pukul 06.45 WIB menunjukkan aktivitas kegempaan susulan masih berlangsung. Tercatat sebanyak 1.046 gempa susulan telah terjadi sejak gempa utama, dengan gempa susulan terbesar mencapai Magnitudo 5,7.
Menurut BMKG, banyaknya aktivitas gempa susulan menunjukkan proses penyesuaian dan pelepasan energi batuan di sekitar zona sumber gempa masih berlangsung. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, namun tidak perlu panik.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya atau hoaks yang beredar di media sosial. Informasi resmi terkait gempa bumi dan peringatan dini hanya disampaikan melalui kanal komunikasi resmi BMKG yang telah terverifikasi.
Masyarakat dapat memperoleh informasi terkini melalui website resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, akun media sosial resmi BMKG, serta kanal Telegram InaTEWS BMKG.
Data Gempa BMKG
* Magnitudo : 4,6
* Tanggal : Sabtu, 20 Juni 2026
* Waktu : 05.33.17 WIB / 06.33.17 WITA
* Koordinat : 1,15 LS – 120,02 BT
* Lokasi : 31 Km Timur Laut Sigi, Sulawesi Tengah
* Kedalaman : 5 Km
* Sumber Gempa : Aktivitas Sesar Palolo
* Dirasakan : Sigi, Palu dan Parigi Moutong (II–III MMI)
* Potensi Tsunami : Tidak Berpotensi Tsunami
* Jumlah Gempa Susulan : 1.046 kejadian
* Gempa Susulan Terbesar : M5,7
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa susulan, serta memastikan seluruh informasi kebencanaan diperoleh dari sumber resmi yang terpercaya.(DhankZ)


