Jokowi Siap Safari Nusantara, Projo: Rangkaian Kegiatan Masih Digodok
SUARA NEGERI | JAKARTA — Joko Widodo dikabarkan akan kembali turun menyapa masyarakat melalui agenda keliling Indonesia. Sekretaris Jenderal Projo Freddy Damanik membenarkan bahwa rangkaian kegiatan tersebut sedang disusun.
Saat dikonfirmasi SuaraNegeri.co.id Freddy Damanik mengatakan rundown agenda Jokowi masih digodok terus.
"Maaf kita belum punya rundown-nya, karena masih digodok terus," kata dia, pada Kamis sore (4/6/2026).
"Iya, nanti kalau udah ada saya info ya," imbuhnya.
Sebelumnya, Sekjen Relawan Projo Freddy Damanik menyatakan kepada awak media, bahwa agenda safari daerah Jokowi guna menjaga hubungan dengan masyarakat.
Menurut Freddy, banyak tokoh daerah hingga relawan yang masih menaruh simpati terhadap gaya kepemimpinan Jokowi selama menjabat sebagai wali kota, gubernur, hingga presiden dua periode.
Karena itu, komunikasi dengan masyarakat dinilai penting untuk menjaga kesinambungan gagasan pembangunan.
Perhatian Publik
Rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk kembali berkeliling Indonesia mulai mendapat perhatian publik.
Meski jadwal dan rangkaian kegiatan secara rinci masih dalam tahap pematangan, namun animo masyarakat masih cukup tinggi.
Pengamat Budaya dan Politik Nusantara, Rasyid Munandar menilai fenomena itu sebagai hal yang lumrah dalam demokrasi.
"Harus diakui, meski tidak lagi menjabat, Pak Jokowi ini masih memiliki greget dihati masyarakat," kata dia.
Menurutnya, adalah wajar jika agenda keliling Indonesia bersama Jokowi, PSI dan Projo memunculkan berbagai spekulasi mengenai arah peran politik mantan kepala negara tersebut menjelang kontestasi nasional berikutnya.
"Setelah tak lagi menjabat sebagai Presiden, Joko Widodo tampaknya belum akan jauh dari aktivitas menyapa masyarakat, itu sangat positif," ungkap Rasyid.
Terlepas terjadi pro dan kontra terkait rencana tersebut, Rasyid menilai jika safari keliling Indonesia Jokowi terlaksana, maka berpotensi menjadi momentum konsolidasi jaringan relawan sekaligus menjaga kedekatan Jokowi dengan masyarakat di berbagai daerah.
"Sebagai pembaca politik, saya melihat safari ini bukan sekadar perjalanan keliling daerah. Saya menilai Pak Jokowi sedang membangun warisan kepemimpinan, memperkuat jaringan relawan, meski kemungkinan besar akan menjadi perdebatan publik dalam beberapa bulan ke depan," pungkasnya.
Menurut Rasyid, ada beberapa kemungkinan makna politik dari agenda keliling Indonesia tersebut:
1. Menjaga Kedekatan Jokowi dengan Basis Massa
Selama menjadi presiden, kekuatan utama Jokowi adalah hubungan langsung dengan masyarakat melalui blusukan dan kunjungan daerah. Setelah tidak lagi menjabat, safari nasional bisa menjadi cara mempertahankan kedekatan itu sekaligus menunjukkan bahwa pengaruh sosial-politiknya masih kuat.
2. Konsolidasi Jaringan Relawan
Projo memiliki jaringan yang luas di berbagai daerah. Jika Jokowi ikut turun ke lapangan bersama relawan, agenda itu bisa menjadi momentum menghidupkan kembali jaringan yang selama ini menjadi salah satu sumber kekuatan politiknya.
3. Penguatan PSI
Karena PSI secara terbuka menyatakan akan mendampingi agenda tersebut, publik tentu akan membaca safari ini sebagai keuntungan politik bagi PSI. Apalagi PSI sedang berupaya memperbesar basis dukungan setelah berhasil masuk parlemen. Kehadiran Jokowi berpotensi menjadi magnet politik yang kuat.
"Demikian analisa saya, semoga menjadi pencerah," tutup Rasyid, pada Sabtu (6/6). (gus)
