Pemprov Sulteng dan Polda Gelar Gerakan Pangan Murah, Ribuan Warga Serbu Bahan Pokok Bersubsidi
SUARA NEGERI ■ PALU — Ribuan warga memadati Halaman GOR Madani, Kota Palu, untuk berburu bahan pokok bersubsidi dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Polda Sulawesi Tengah. Antusiasme masyarakat selama pelaksanaan 26–28 Juni 2026 menjadi bukti tingginya kebutuhan pangan dengan harga terjangkau sekaligus menunjukkan langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah.
Kegiatan yang berlangsung di Halaman GOR Madani Palu, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, dilaksanakan selama tiga hari, yakni pada 26–28 Juni 2026, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah dengan Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah sebagai bentuk sinergi dalam mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan serta pengendalian inflasi di daerah.
Kepala Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Rohani Mastura, M.Si, mengatakan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah dinamika harga bahan pokok.
"Melalui Gerakan Pangan Murah, kami ingin memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau. Program ini juga menjadi langkah nyata dalam menjaga stabilitas pasokan, mengendalikan inflasi, serta memperkuat sinergi pemerintah bersama Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Dr. Rohani Mastura, Pada Minggu (28/6/2026).
Dalam pelaksanaannya, Gerakan Pangan Murah menghadirkan sejumlah distributor, ID FOOD, pelaku UMKM, serta berbagai mitra lainnya yang menyediakan beragam komoditas pangan strategis, meliputi:
- Beras premium sebanyak 2,5 ton;
- Minyak goreng sebanyak 1.000 liter;
- Gula pasir sebanyak 500 kilogram;
- Telur ayam ras sebanyak 460 rak;
- Daging ayam sebanyak 95 ekor;
- Bawang merah sebanyak 100 kilogram;
- Bawang putih sebanyak 100 kilogram; dan
- Berbagai produk unggulan UMKM.
Seluruh komoditas dijual dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar melalui subsidi harga dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Kondisi tersebut mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat yang memadati lokasi kegiatan sejak hari pertama pelaksanaan.
Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa Gerakan Pangan Murah memberikan manfaat nyata dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga pangan.
Selama pelaksanaan kegiatan, seluruh rangkaian acara berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar berkat dukungan Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, pemerintah daerah, distributor, mitra pangan, serta seluruh pihak yang terlibat.
Melalui Gerakan Pangan Murah ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga, inflasi daerah khususnya di Kota Palu dapat dikendalikan, serta masyarakat memperoleh akses yang lebih mudah terhadap pangan yang aman, berkualitas, dan terjangkau.
Selain menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80, kegiatan ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan Polri dalam menghadirkan pelayanan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan di Sulawesi Tengah.
(DhankZ)


