Sepi Pendaftar, SDN 3 Blumbang Karanganyar Tawarkan Seragam Gratis Demi Jaring Siswa Baru
SUARA NEGERI ■ KARANGANYAR — Kondisi memprihatinkan melanda Sekolah Dasar Negeri 3 Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Selama kurang lebih tiga tahun terakhir, sekolah ini harus menghadapi kenyataan pahit lantaran sama sekali tidak mendapatkan peserta didik baru dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru.
Berdasarkan data terkini, jumlah total siswa yang tersisa di sekolah tersebut hanya tinggal 13 anak saja. Kondisi ini terjadi setelah sekolah meluluskan siswa kelas enam pada tahun ajaran ini. Jika dalam waktu dekat tidak ada penambahan murid baru, keberlangsungan aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut dipastikan kian terancam.
Melihat situasi tersebut, pihak kelurahan beserta jajaran guru sebenarnya tidak tinggal diam dan telah melakukan berbagai upaya proaktif guna menjaring minat calon wali murid.
Koordinator Lingkungan Pemerintah Kelurahan Blumbang, Joko Setiono, mengungkapkan bahwa sosialisasi intensif berupa kunjungan langsung dari rumah ke rumah sudah dijalankan demi mengetuk hati warga.
"Berdasarkan pendataan, sebenarnya ada sekitar enam anak di lingkungan sekitar yang masuk usia siap sekolah dasar. Namun, mayoritas orang tua rupanya lebih memilih untuk menyekolahkan anak mereka ke tempat lain, " ucapnya kepada media, Kamis (25/7).
Pihak kelurahan mengaku tidak bisa memaksa karena hal tersebut merupakan hak dan keputusan masing-masing orang tua. Joko juga menambahkan, pada tahun pertama terjadinya penurunan drastis, sempat ada upaya penggabungan atau regrouping dengan KUTAB, namun hasilnya tetap nihil. "Selama ini, jikapun ada satu atau dua siswa yang mendaftar, mereka merupakan anak dari guru di sekolah itu sendiri, " imbuh Joko.
Meskipun dihadapkan pada situasi yang pelik, Mardani, selaku Kepala Sekolah SDN 3 Blumbang yang baru menjabat sejak akhir Mei 2026, menyatakan tidak patah arang. Sejak awal menjabat, ia terus bergerak cepat berkoordinasi dengan pihak komite, lurah, hingga yayasan terdekat untuk memulihkan kondisi sekolah.
Sebagai langkah taktis memanfaatkan masa perpanjangan pendaftaran PPDB hingga Juli mendatang, pihak sekolah kini menyiapkan sejumlah program unggulan baru sebagai daya tarik bagi calon siswa. Mardani menjelaskan bahwa sekolah mencoba menghadirkan alternatif kegiatan ekstrakurikuler yang menarik.
Selain pramuka yang bersifat wajib, mereka bekerja sama untuk mengadakan ekstrakurikuler tahfidz atau belajar Al-Qur'an. "Tidak hanya itu, sebagai bentuk stimulus bagi orang tua, sebenarnya ki pihak sekolah juga menyiapkan program bantuan seragam gratis bagi siswa baru yang mendaftar, " ulasnya.
Di sisi lain, Mardani mengakui bahwa keterbatasan jumlah anak usia sekolah di zonasi SDN 3 Blumbang menjadi tantangan berat. Hal ini diperparah dengan tidak beroperasinya kembali jenjang Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD di area sekitar yang selama ini menjadi pemasok utama siswa baru.
Saat ini, SDN 3 Blumbang yang diperkuat oleh enam orang tenaga pengajar harus bersaing ketat dengan sekolah terdekat lain seperti SDN 1 Blumbang, MI Al-Furqon, dan beberapa SD lainnya yang jaraknya berkisar antara dua kilometer. "Kami berharap, adanya perpanjangan waktu pendaftaran ini dapat membuahkan hasil manis melalui informasi dari mulut ke mulut di tengah masyarakat, " tandasnya.
Tantangan krisis murid ini rupanya bukan hanya milik SDN 3 Blumbang semata. Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, mencatat bahwa sampai saat ini terdapat setidaknya empat SD di empat kecamatan berbeda di Kabupaten Karanganyar yang kekurangan peserta didik dan bahkan nol pendaftar.
Hendro mengonfirmasi bahwa salah satunya berada di Tawangmangu, sementara tiga kecamatan lainnya yang mengalami nasib serupa berada di wilayah Jumapolo, Jumantono, dan Jenawi. (hrs)


