Di Balik Scroll Tanpa Henti: Fenomena Kecanduan Video Pendek TikTok pada Mahasiswa


Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara mahasiswa memperoleh hiburan, informasi, dan berinteraksi sosial. Salah satu fenomena yang sangat menonjol adalah meningkatnya penggunaan aplikasi TikTok yang berbasis video pendek. 

Ketertarikan untuk mengkaji kasus "Kecanduan Short Video TikTok pada Mahasiswa" muncul karena mahasiswa merupakan kelompok usia yang paling aktif menggunakan media sosial sekaligus berada pada fase perkembangan yang menuntut kemampuan fokus, pengelolaan waktu, dan tanggung jawab akademik yang tinggi. Di sisi lain, berbagai penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TikTok secara berlebihan berpotensi menurunkan konsentrasi belajar, meningkatkan prokrastinasi akademik, serta mengganggu produktivitas mahasiswa. 

Fenomena ini menjadi menarik untuk dianalisis karena berkaitan langsung dengan proses belajar dan keberhasilan akademik mahasiswa.

Gambaran Kasus Kecanduan Short Video TikTok pada Mahasiswa 

Kasus ini membahas perilaku kecanduan penggunaan video pendek TikTok pada mahasiswa, khususnya bagaimana intensitas penggunaan yang tinggi dapat memengaruhi perhatian, kebiasaan belajar, motivasi akademik, dan kesehatan psikologis. Pihak yang terlibat dalam kasus ini meliputi mahasiswa sebagai pengguna utama, dosen sebagai pengamat perubahan perilaku akademik mahasiswa, keluarga sebagai lingkungan sosial terdekat, serta pengembang platform TikTok yang menyediakan sistem rekomendasi konten. 
Beberapa penelitian menemukan bahwa mahasiswa yang menggunakan TikTok dalam durasi berlebihan cenderung mengalami kesulitan mengendalikan waktu penggunaan aplikasi dan mengalami gangguan dalam aktivitas akademik sehari-hari.

Kasus kecanduan short video TikTok terjadi di berbagai lingkungan perguruan tinggi, baik di Indonesia maupun di dunia. Penelitian mengenai fenomena ini telah dilakukan pada mahasiswa di berbagai universitas, seperti Universitas Nusa Cendana, IAIN Palangka Raya, IPB University, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Tarumanagara. 

Fenomena ini mulai menjadi perhatian sejak popularitas TikTok meningkat pesat sekitar tahun 2019 dan semakin menguat setelah pandemi COVID-19 ketika aktivitas pembelajaran banyak dilakukan secara daring. Hingga saat ini, kecanduan video pendek masih menjadi isu yang relevan karena penggunaan TikTok di kalangan mahasiswa terus meningkat.

Mekanisme Psikologis di Balik Kecanduan Short Video TikTok

Secara psikologis, salah satu alasan utama mengapa short video TikTok dapat menimbulkan kecanduan adalah mekanisme reinforcement atau penguatan yang dijelaskan dalam teori behavioristik. TikTok memberikan rangsangan berupa hiburan, informasi, humor, atau konten menarik dalam waktu yang sangat singkat. 

Setiap kali pengguna menemukan video yang menyenangkan, otak memperoleh sensasi penghargaan (reward) yang memicu pelepasan dopamin. Pengalaman menyenangkan tersebut mendorong pengguna untuk terus melakukan perilaku yang sama, yaitu menggulir video berikutnya. 

Mekanisme ini serupa dengan konsep variable ratio reinforcement dalam teori operant conditioning Skinner, yaitu ketika penghargaan muncul secara tidak terduga sehingga perilaku menjadi lebih sulit dihentikan. Pengguna tidak pernah tahu video menarik apa yang akan muncul berikutnya, sehingga mereka terdorong untuk terus melakukan scrolling tanpa batas.

Selain itu, dari perspektif psikologi kognitif, TikTok dirancang dengan sistem algoritma yang sangat personal dan mampu menyesuaikan konten dengan preferensi pengguna. Kombinasi antara video berdurasi singkat, pergantian konten yang cepat, dan sistem rekomendasi yang akurat membuat otak terus menerima stimulasi baru. 

Kondisi ini menyebabkan perhatian terbiasa pada informasi yang instan dan cepat berubah sehingga kemampuan mempertahankan fokus pada tugas yang membutuhkan konsentrasi jangka panjang, seperti membaca jurnal atau mengerjakan tugas kuliah, menjadi menurun. 

Penelitian menunjukkan bahwa paparan video pendek yang berlebihan dapat mengurangi attention span, mengganggu memori prospektif, dan meningkatkan kecenderungan prokrastinasi akademik. Akibatnya, mahasiswa lebih mudah terdistraksi dan lebih memilih aktivitas yang memberikan kepuasan instan dibandingkan tugas akademik yang hasilnya baru dirasakan dalam jangka panjang. 

Strategi Mengatasi Kecanduan Short Video pada Mahasiswa

Cara mengurangi dampak kecanduan pada short video:

1. Batasi waktu penggunaan aplikasi

Gunakan fitur screen time atau pengingat waktu pada smartphone untuk membatasi durasi penggunaan TikTok.

2. Terapkan teknik belajar fokus

Banyak metode yang digunakan untuk dapat belajar secara fokus, salah satunya yang paling sering digunakan ialah metode Pomodoro (25 menit belajar dan 5 menit istirahat
dan seterusnya) yang dapat membantu menjaga konsentrasi tanpa merasa terlalu terbebani.

3. Jauhkan ponsel saat belajar

Menyimpan ponsel di luar jangkauan kita dapat mengurangi godaan untuk membuka aplikasi media sosial setiap kali merasa bosan dan butuh hiburan beberapa menit.

4. Buat jadwal hiburan yang teratur

Menonton video pendek tidak harus dihilangkan sepenuhnya. Tetapkan waktu khusus untuk hiburan setelah target belajar selesai.

5. Aktifkan mode fokus

Fitur Focus Mode atau Do Not Disturb dapat membantu meminimalkan notifikasi yang
mengganggu selama sesi belajar.

Berdasarkan analisis kasus, kecanduan short video TikTok pada mahasiswa merupakan fenomena yang dipengaruhi oleh sistem reward yang memberikan kepuasan instan, algoritma personalisasi yang mampu menarik perhatian secara terus-menerus, serta kebiasaan mengonsumsi konten singkat yang dapat menurunkan kemampuan fokus dalam belajar. 

Kondisi ini berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti menurunnya konsentrasi, meningkatnya prokrastinasi akademik, berkurangnya produktivitas belajar, dan terganggunya manajemen waktu mahasiswa. 

Dari perspektif psikologi belajar, perilaku tersebut dapat dijelaskan melalui teori penguatan (reinforcement) yang membuat individu terus mengulangi perilaku penggunaan media sosial karena memperoleh pengalaman yang menyenangkan.

Meskipun demikian, dampak kecanduan short video dapat diminimalkan melalui berbagai strategi pengendalian diri dan pengelolaan lingkungan belajar. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain membatasi waktu penggunaan aplikasi dengan fitur screen time, menerapkan teknik belajar fokus seperti metode Pomodoro, menjauhkan ponsel saat belajar, membuat jadwal hiburan yang teratur, serta mengaktifkan fitur Focus Mode atau Do Not Disturb untuk mengurangi gangguan notifikasi. 

Dengan menerapkan strategi tersebut secara konsisten, mahasiswa dapat membangun kebiasaan belajar yang lebih efektif, meningkatkan konsentrasi, serta memanfaatkan media sosial secara lebih bijak tanpa mengganggu pencapaian akademik. Oleh karena itu, keseimbangan antara penggunaan teknologi dan pengelolaan diri menjadi kunci utama dalam mencegah serta mengatasi kecanduan short video pada mahasiswa. (*)

Penulis :

1.⁠ ⁠Tazkia Ni’ma Azizah 
2.⁠ ⁠Tazkia Aulia Rahma 
3.⁠ ⁠Nurul Eka Aprillia

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  •  Di Balik Scroll Tanpa Henti: Fenomena Kecanduan Video Pendek TikTok pada Mahasiswa
  •  Di Balik Scroll Tanpa Henti: Fenomena Kecanduan Video Pendek TikTok pada Mahasiswa
  •  Di Balik Scroll Tanpa Henti: Fenomena Kecanduan Video Pendek TikTok pada Mahasiswa
  •  Di Balik Scroll Tanpa Henti: Fenomena Kecanduan Video Pendek TikTok pada Mahasiswa
  •  Di Balik Scroll Tanpa Henti: Fenomena Kecanduan Video Pendek TikTok pada Mahasiswa
  •  Di Balik Scroll Tanpa Henti: Fenomena Kecanduan Video Pendek TikTok pada Mahasiswa