Gandeng Pakar Malaysia dan Riau, UMUKA Siap Cetak Lulusan Bahasa Inggris Berdaya Saing Global
SUARA NEGERI ■ SOLO — Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA) Solo terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Menyambut pembukaan Program Studi (Prodi) Baru Pendidikan Bahasa Inggris tahun ini, UMUKA menggelar Seminar Internasional dengan menghadirkan dua pakar bahasa terkemuka sebagai narasumber.
Kedua pakar tersebut adalah Prof. Dr. Zulida Abdul Kadir dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) dan Associate Prof. Suswanto Ismadi Megah, Ph.D. dari Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA). Kerja sama strategis ini diharapkan dapat mendongkrak semangat akademis sekaligus memperluas jaringan internasional kampus.
Dalam sesi wawancara, Prof. Suswanto menekankan bahwa kurikulum Pendidikan Bahasa Inggris di UMUKA didesain agar adaptif terhadap kebutuhan industri modern. Lulusan prodi ini nantinya tidak hanya dipersiapkan menjadi guru, melainkan dibekali keahlian untuk merambah berbagai profesi strategis.
"Di Pendidikan Bahasa Inggris, tidak semata-mata kita hanya menjadi guru. Kita bisa menjadi praktisi lain, seperti pengelola pendidikan atau kursusan, penerjemah profesional (translator) maupun penerjemah tersumpah, hingga profesional di bidang pariwisata seperti tour leader dan manajemen perjalanan," ujar Prof. Suswanto.
Selain itu, UMUKA juga merencanakan program kerja sama mobilitas mahasiswa (student mobility) ke beberapa negara di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Program ini bertujuan memberikan pengalaman belajar internasional yang nyata serta mendongkrak rasa percaya diri mahasiswa saat lulus nanti.
Sementara itu, Prof. Zulida Abdul Kadir menyoroti masalah klasik yang sering dihadapi oleh mahasiswa dalam belajar bahasa asing, yaitu ketakutan untuk berbicara (communication apprehension). Menurutnya, banyak mahasiswa yang memiliki kemampuan menulis (writing) yang baik, namun bersikap pasif dan kurang percaya diri saat harus berbicara.
"Masalahnya, mahasiswa sering kali pasif dan kurang percaya diri. Melalui seminar dan kerja sama ini, kita ingin memberikan platform agar mereka bisa menggunakan bahasa Inggris dengan cara yang baik untuk berkomunikasi dan menyampaikan pesan," jelas Prof. Zulida.
Penyusunan silabus ke depan akan mengombinasikan berbagai elemen bahasa praktis—seperti English for International Communication—agar lebih beragam. Dengan begitu, lulusan juga siap berkompetisi menjadi jurnalis, pembaca berita (news reader), diplomat, hingga dosen di kancah internasional.
Kerja sama antara UMUKA dengan kedua profesor ini tidak berhenti pada seminar saja. Realisasi ke depan akan mencakup,
Perkuliahan Internasional, Pengajar dari luar negeri akan ikut mengajar di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMUKA secara online maupun offline.
Kunjungan Rutin, para pakar dijadwalkan hadir ke kampus UMUKA setiap 6 bulan sekali untuk pengajaran dan pertemuan akademis.
Riset Bersama: Mendorong kolaborasi penelitian antara dosen dan mahasiswa UMUKA agar menembus jurnal ilmiah bereputasi, baik nasional maupun internasional.
Melalui langkah besar ini, UMUKA Karanganyar siap memberikan bekal pengalaman (experience) dan keterampilan (skill) yang mumpuni bagi mahasiswanya agar siap menjadi pemain di panggung global. (hrs)


