Gebrakan Kadempe Kopi Cangakan, Cara Koperasi Cilik di Karanganyar Berdayakan Ekonomi demi Pikat Pasar Gen Z


SUARA NEGERI ■ SOLO —  Sebuah gebrakan berani besar dilakukan oleh Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Cangakan, Karanganyar. Meski bergerak dengan fasilitas serbaterbatas, koperasi skala kelurahan ini nekat tancap gas menyasar pasar Gen Z dengan resmi meluncurkan "Kadempe" (Kopi Desa Merah Putih). 

Langkah taktis ini mengombinasikan konsep kedai booth kopi mandiri kekinian yang ramah kantong remaja dengan misi pemberdayaan ekonomi riil yang kuat. Keberhasilan KKMP menangkap selera pasar anak muda ini sekaligus menjadi tamparan halus bagi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang secara skala jauh lebih besar, namun hingga kini justru masih mandek dan belum melakukan peluncuran.

Ketua KKMP Cangakan, Sigit Danang Jaya, menegaskan bahwa kesigapan mengeksekusi ceruk pasar Gen Z jauh lebih penting ketimbang menanti modal besar bergulir. "Fokus utama gerai Kadempe bukan sekadar jualan kopi, melainkan menjadi wadah pemberdayaan nyata bagi potensi lokal demi menggerakkan ekonomi dari bawah, " ucapnya kepada media, Rabu (8/7). 

Uniknya, demi mewujudkan unit usaha ini, pengurus tidak menunggu bantuan formal, melainkan murni mengandalkan sistem samiron alias patungan sukarela. Sigit mengakui kantor sekretariat mereka sangat mini, hanya berukuran 2 x 4 meter dan menumpang di kompleks Kelurahan Cangakan. 

Namun, karena perputaran tren nongkrong Gen Z di Karanganyar berjalan sangat cepat, mereka memilih langsung action di lapangan tanpa harus menunggu semua fasilitas sempurna, seperti yang terlihat saat acara soft launching Kadempe di halaman Kantor Kelurahan Cangakan, Rabu (8/7/2026) siang.

Keberanian KKMP Cangakan dalam memberdayakan modal sosial demi menguasai pasar anak muda ini memantik perhatian serius dari Dewan Koperasi Pimpinan Daerah (Dekopinda) Kabupaten Karanganyar. Plt Ketua Dekopinda Karanganyar, Muhamad Maksum, secara blak-blakan menyentil ritme kerja koperasi skala besar yang dinilai lambat, terlalu lama terjebak urusan administratif, dan gagal melihat potensi pasar Gen Z yang begitu menggiurkan. 

"Momentum Bulan Koperasi Nasional sepanjang Juli ini harus menjadi panggung nyata eksistensi ekonomi riil berbasis masyarakat, bukan sekadar memperpanjang daftar rencana di atas meja rapat, " tegas Maksum. 

Maksum mengapresiasi inovasi Kadempe sebagai contoh konkret koperasi yang lincah, adaptif, dan mampu melakukan pemberdayaan pemuda secara mandiri. Keberhasilan ini menjadi sentilan keras bagi koperasi lain yang progresnya masih jalan di tempat agar tidak kelamaan bersiap ketika pasar anak muda sudah di depan mata. 

Sebagai langkah strategis pasca-peluncuran, Dekopinda kini menargetkan agar skema kemitraan (franchise) Kadempe yang sarat misi pemberdayaan ini bisa segera direplikasi ke wilayah lain. Menariknya, salah satu titik ekspansi terdekat yang dibidik untuk dihidupkan pertengahan bulan ini justru berada di kawasan Baturan, yang tak lain merupakan basis pergerakan utama dari KDMP. (hrs)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  •  Gebrakan Kadempe Kopi Cangakan, Cara Koperasi Cilik di Karanganyar Berdayakan Ekonomi demi Pikat Pasar Gen Z
  •  Gebrakan Kadempe Kopi Cangakan, Cara Koperasi Cilik di Karanganyar Berdayakan Ekonomi demi Pikat Pasar Gen Z
  •  Gebrakan Kadempe Kopi Cangakan, Cara Koperasi Cilik di Karanganyar Berdayakan Ekonomi demi Pikat Pasar Gen Z
  •  Gebrakan Kadempe Kopi Cangakan, Cara Koperasi Cilik di Karanganyar Berdayakan Ekonomi demi Pikat Pasar Gen Z
  •  Gebrakan Kadempe Kopi Cangakan, Cara Koperasi Cilik di Karanganyar Berdayakan Ekonomi demi Pikat Pasar Gen Z
  •  Gebrakan Kadempe Kopi Cangakan, Cara Koperasi Cilik di Karanganyar Berdayakan Ekonomi demi Pikat Pasar Gen Z