Regenerasi Kepemimpinan PMCW Wonosobo, Rois Stiyadi Terpilih Jadi Ketua Baru
SUARA NEGERI ■ WONOSOBO — Paguyuban MC Wonosobo (PMCW) sukses menggelar rapat pleno triwulan yang bertempat di Gedung Serbaguna Ngalian, Wadaslintang, pada Jumat (10/07/2026). Pertemuan krusial ini menandai babak baru bagi organisasi para pemandu acara di Wonosobo dengan terbentuknya struktur kepengurusan baru untuk periode 2026–2031.
Acara diawali dengan pembukaan, sambutan hangat dari tuan rumah, serta penyampaian laporan pertanggungjawaban (LPJ) oleh jajaran pengurus demisioner. Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan oleh bendahara lama, kepengurusan periode sebelumnya resmi purna tugas dengan mencatatkan saldo kas organisasi sebesar Rp2.597.500,-.
Ketua terpilih Rois Setyadi dalam sambutan pertamanya menyampaikan beberapa hal.
“Saya mengucapkan terimakasih atas kepercayaan teman-teman kepada saya untuk memimpin organisasi PMCW ini, dan harapan saya adalah kekompakan dalam memajukan organisasi agar apa yang menjadi harapan kita agar organisasi ini membawa manfaat bisa terealisasikan,” Ungkapnya.
Nahkoda Baru PMCW Periode 2026–2031
Dipandu oleh Ragil Saputra sebagai moderator, proses pembentukan pengurus baru berlangsung dinamis dan demokratis melalui sistem voting tim formatur. Hasil pleno menetapkan komposisi jajaran inti PMCW Wonosobo sebagai berikut:
Ketua: Rois Stiyadi
Wakil Ketua: Ahmad Rofik
Sekretaris: 1. Subchi | 2. Coffie
Bendahara: Nur Endah Karyaningrum
Koordinator Humas: Budi Nur Fathan & Grendhel
Bidang Organisasi: Tolkah Mahsun
Bidang Dokumentasi: Ragil Saputra
(Untuk Bidang Advokasi akan digodok lebih lanjut oleh Tim Formatur).
Penguatan Solidaritas dan Program Kerja Triwulan
Dalam sesi pandangan umum dan tanggapan anggota, beberapa poin strategis berhasil disepakati demi kemajuan organisasi ke depan:
Solidaritas & Profesionalisme di Lapangan: Salah satu anggota PMCW, Basarudin, menekankan pentingnya wadah ini sebagai sarana saling berbagi dan menyelesaikan masalah dunia entertainment. Berkaca dari pengalaman pribadinya, ia mengimbau agar setiap anggota yang menghadapi kendala saat memandu acara (perform) tidak meninggalkan masalah di lokasi, melainkan segera berkoordinasi dengan pengurus untuk mediasi.Dalam waktu yang sama Tolkah Mahsun memberikan masukan krusial kepada pengurus baru.
“Saya memberikan masukan untuk segera mengurus aspek legal formal PMCW, mulai dari pemantapan AD/ART hingga pendaftaran resmi ke Kesbangpol Wonosobo agar diakui sebagai organisasi profesional yang sah secara hukum,” Ungkap Tolkah.
Pengadaan Seragam: Guna meningkatkan kekompakan, disepakati pengadaan seragam baru PMCW dengan iuran Rp200.000,- per anggota, yang ditargetkan lunas pada pertemuan triwulan berikutnya.
Rencana Pengukuhan Akbar di Pendopo Kabupaten
Wakil Ketua Terpilih, Ahmad Rofik, menyampaikan bahwa masa jabatan kepengurusan kali ini disepakati selama 5 (lima) tahun. Agenda terdekat organisasi adalah menggelar prosesi Pengukuhan Pengurus Baru yang direncanakan pada Jumat, 16 Oktober 2026 di Pendopo Kabupaten Wonosobo (jadwal menyesuaikan dengan protokol pemakaian pendopo).
Pada acara pengukuhan nanti, pengurus yang akan dilantik diwajibkan mengenakan setelan jas hitam dengan dasi merah. Sementara itu, bagi seluruh anggota PMCW yang hadir diminta mengenakan dress code jas dengan warna bebas, lengkap dengan pin organisasi bagi yang sudah memilikinya, serta hadir tepat waktu.
Rapat pleno triwulan ini diakhiri dengan doa bersama dan ditutup dengan semangat kebersamaan yang membara. Sesuai dengan komitmen bersama seluruh anggotanya, PMCW siap melangkah ke depan dengan prinsip: "PMCW Bersatu, PMCW Kuat dan Bermartabat, Guyub Rukun Saklawase!" (NoerSobo)

