Ancaman Karhutla Puncak Kemarau, Forkopimda Karanganyar Siapkan Usulan Embung di Lereng Gunung Lawu
SUARA NEGERI ■ KARANGANYAR — Memasuki puncak musim kemarau pada Agustus hingga September, ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan di kawasan Gunung Lawu menjadi perhatian serius jajaran Forkopimda Kabupaten Karanganyar. Guna memastikan kesiapan personel dan armada, apel siaga digelar di Lapangan Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, pada Senin (3/8) pagi.
Kegiatan tersebut tidak sekadar apel pasukan, tetapi juga diwarnai simulasi pemadaman secara tradisional yang melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Perhutani, serta para relawan lokal.
Bupati Karanganyar Rober Christanto menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ekosistem Gunung Lawu. Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan adalah mengusulkan pembangunan embung di kawasan hutan lereng Gunung Lawu kepada Kementerian Kehutanan.
Pihaknya akan membuat usulan resmi ke kementerian sebagai langkah antisipasi konkret agar penanganan pasokan air saat terjadi kebakaran bisa lebih cepat. "Selain infrastruktur penampung air, Pemkab bersama tim gabungan juga mengerahkan seluruh potensi armada dan alat pemadaman, serta menyiagakan patroli intensif pada jam-jam rawan mulai pukul sembilan pagi hingga empat sore. Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat lereng gunung juga terus berjalan tanpa putus, " ungkap Bupati.
Rencana pembangunan embung tersebut mendapat sinyal hijau dari pihak Perum Perhutani. Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan Surakarta Agus Supriyanto Ganasari menyatakan siap mendukung penuh wacana tersebut sesuai regulasi yang berlaku. "Secara prinsip hal itu diperbolehkan dalam Permen LHK Nomor 7 tentang penggunaan kawasan hutan, sehingga Perhutani siap memberikan dukungan penuh begitu usulan resmi dari Pemkab Karanganyar masuk, " terang dia.
Agus juga mengapresiasi kesadaran warga lereng Gunung Lawu yang makin tinggi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Aktivitas pembuatan arang kayu yang dulu kerap memicu kebakaran hutan kini dilaporkan menurun drastis berkat pembinaan rutin Babinsa dan Bhabinkamtibmas di tingkat desa.
Sementara itu, Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti mengingatkan masyarakat serta para pendaki Gunung Lawu untuk tidak melakukan tindakan ceroboh yang berpotensi memicu timbulnya titik api. Kepolisian mengimbau pendaki dan warga tidak membakar sampah atau lahan, baik disengaja maupun tidak, dan menegaskan tidak akan segan mengambil tindakan tegas sesuai hukum pidana jika ditemukan unsur kesengajaan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian memastikan belum menerima laporan adanya insiden kebakaran hutan di wilayah Karanganyar. Meski demikian, patroli sinergis antara Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan masyarakat peduli api terus ditingkatkan sepanjang puncak kemarau ini. (hrs)



