Antisipasi Arus Mudik, Polres Wonosobo Dirikan 7 Posko Lebaran
SUARA NEGERI | WONOSOBO — Polres Wonosobo mulai mematangkan persiapan pengamanan menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Selain lonjakan kendaraan, kepolisian juga mengantisipasi potensi keramaian di sejumlah objek wisata serta tradisi festival balon yang kerap berlangsung saat Idul Fitri.
Pada Selasa, 10 Maret 2026, Polres Wonosobo melakukan koordinasi dengan polres wilayah perbatasan, yakni Temanggung dan Banjarnegara. Koordinasi tersebut difokuskan pada pengaturan arus lalu lintas lintas kabupaten serta penyelarasan langkah pengamanan selama periode mudik.
"Koordinasi lintas wilayah penting karena jalur Wonosobo menjadi salah satu penghubung utama menuju kawasan wisata Dieng," ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Wonosobo, AKP Seno.
Operasi Ketupat 2026 dijadwalkan berlangsung pada 13–25 Maret 2026. Kepolisian memprediksi arus mudik terbagi dalam dua gelombang, yakni pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24–25 Maret, dengan gelombang lanjutan pada 28–29 Maret 2026.
Selain pergerakan kendaraan, aparat juga memperhitungkan meningkatnya mobilitas masyarakat saat festival balon dan lonjakan kunjungan wisata yang diperkirakan berlangsung pada 22–29 Maret 2026.
Dalam operasi ini, Polres Wonosobo menerjunkan sekitar dua pertiga kekuatan personel. Pengamanan dilakukan bersama unsur instansi terkait yang ditempatkan di sejumlah pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu.
Kepolisian mendirikan lima pos pengamanan yang tersebar di Kertek, Sawangan, Telaga Menjer, Gardu Pandang, dan Titik 0 Dieng. Selain itu, satu pos pelayanan disiapkan di Terminal Mendolo serta satu pos terpadu di Alun-alun Wonosobo.
Personel juga ditempatkan di sejumlah titik rawan kemacetan serta jalur menuju kawasan wisata. Selain pengaturan lalu lintas, tim patroli disiagakan untuk melakukan patroli di jalan raya dan pemukiman penduduk guna mengantisipasi tindak kejahatan seperti pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, maupun pencurian kendaraan bermotor.
Pengamanan objek wisata di seluruh wilayah Kabupaten Wonosobo, terutama kawasan Dieng, juga menjadi fokus selama periode operasi. Polisi memperkirakan lonjakan pengunjung akan terjadi bersamaan dengan momentum libur Lebaran dan tradisi festival balon.
Sementara itu, pada Kamis, 12 Maret 2026, Polres Wonosobo melaksanakan Latihan Pra Operasi (Lat Pra Ops) di Gedung Serbaguna Polres Wonosobo yang dipimpin langsung oleh Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, S.I.K., M.M.
Dalam arahannya, Kapolres menekankan agar seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat 2026 memahami secara detail tugas dan fungsi masing-masing, sehingga pelaksanaan pengamanan dapat berjalan optimal.
“Melalui Lat Pra Ops ini kita samakan persepsi dan pola tindak di lapangan. Seluruh personel harus siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam pengamanan arus mudik, arus balik, serta aktivitas masyarakat di objek wisata,” ujar AKBP Kasim Akbar Bantilan.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi dengan instansi terkait serta kewaspadaan terhadap potensi gangguan kamtibmas selama masa libur Lebaran, sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Wonosobo tetap terjaga. (NoerSobo)

