Kemendikdasmen Siapkan Desain Besar Pemenuhan Guru, Kebutuhan Diproyeksi Tembus 900 Ribu pada 2030
SUARA NEGERI ■ JAKARTA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah menyiapkan desain besar pemenuhan guru nasional menyusul proyeksi kebutuhan guru yang diperkirakan mencapai lebih dari 900 ribu orang pada 2030.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki tata kelola sekaligus memenuhi kebutuhan guru secara nasional.
"Kami sedang menyiapkan desain besar pemenuhan guru nasional, termasuk penataan tata kelola guru agar seluruh proses berjalan dalam satu sistem yang terintegrasi," ujar Fajar, pada Senin (29/6).
Menurutnya, pemerintah menyusun sistem yang mencakup pendidikan calon guru, Pendidikan Profesi Guru (PPG), sertifikasi, pengembangan kompetensi, hingga perencanaan kebutuhan guru secara nasional.
Fajar mengungkapkan, Indonesia saat ini menghadapi dua tantangan utama. Sebanyak 407 ribu guru telah memenuhi kualifikasi akademik, namun belum memiliki sertifikat pendidik. Selain itu, sekitar 170 ribu guru masih harus menyelesaikan pendidikan S-1 atau D-IV sebelum mengikuti PPG.
Di sisi lain, kebutuhan tenaga pendidik diproyeksikan terus meningkat hingga melampaui 900 ribu guru pada 2030.
Karena itu, menurut Fajar, pemenuhan kebutuhan guru tidak cukup dilakukan melalui penambahan formasi atau peningkatan kapasitas lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK), tetapi memerlukan sinkronisasi antara penyelenggara pendidikan guru, pemerintah daerah, kebijakan ASN, dan kebutuhan riil satuan pendidikan.
Pemerintah juga mendorong penguatan peran LPTK melalui revisi Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas). Ke depan, LPTK diharapkan tidak hanya menyelenggarakan PPG, tetapi juga menjadi pusat penyiapan calon guru, pengembangan kompetensi, riset pembelajaran, serta mitra strategis sekolah.
Fajar menambahkan, Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan guru. Dalam satu dekade terakhir tercatat surplus sekitar 1,6 juta lulusan sarjana pendidikan yang dinilai dapat dioptimalkan melalui pelaksanaan PPG Calon Guru berbasis kebutuhan nyata di lapangan.
"Jika kita ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045, titik berangkatnya adalah guru. Tidak ada transformasi pendidikan yang berhasil tanpa guru yang profesional, kompeten, dan terus berkembang," tegasnya.
Ia mengajak perguruan tinggi, LPTK, pemerintah daerah, organisasi profesi, dan masyarakat memperkuat kolaborasi dalam menyiapkan guru berkualitas sebagai fondasi peningkatan mutu pendidikan nasional. (Sri Lestari)


