KRI Marlin Bergerak Cari KM Nurul Salsa, Sekitar 40 Penumpang Masih Menunggu Evakuasi
SUARA NEGERI ■ SELAYAR — Operasi pencarian dan penyelamatan terhadap KM Nurul Salsa yang mengalami kerusakan mesin di perairan selatan barat Kabupaten Kepulauan Selayar hingga Rabu (15/7) malam masih terkendala cuaca buruk dan gelombang tinggi.
Tim SAR gabungan dilaporkan masih bersiaga di Pelabuhan Appatanah karena angin musim timur yang bertiup kencang serta kondisi laut yang tidak memungkinkan armada berukuran kecil menuju lokasi pencarian. Hingga sekitar pukul 23.00 Wita, operasi penyelamatan terus diupayakan meski terkendala jarak pandang malam dan keterbatasan sarana pendukung.
Di tengah upaya tersebut, KRI Marlin-877 milik TNI Angkatan Laut bergerak menuju titik koordinat terakhir yang diterima dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar.
Komandan KRI Marlin-877, Letkol Laut (P) Rahmad Kurniawan, membenarkan kapal perang yang dipimpinnya sedang berlayar menuju lokasi untuk memperkuat operasi pencarian.
"Benar, saat ini kami sedang berlayar menuju titik lokasi," katanya melalui sambungan telepon.
Sementara itu, KLM Harapan Kita yang diberangkatkan dari Pelabuhan Benteng Jampea juga bergerak menuju perairan Karang Sani-Sani di sebelah barat Pulau Polassi, lokasi yang diperkirakan menjadi area hanyutnya KM Nurul Salsa.
Berdasarkan data awal manifest, kapal mengangkut 45 penumpang. Informasi sementara menyebutkan enam orang berhasil menyelamatkan diri dan mencapai Pulau Polassi, sedangkan sekitar 40 penumpang beserta awak kapal masih menunggu pertolongan di atas kapal.
Namun, jumlah penumpang maupun korban masih menunggu verifikasi resmi dari otoritas terkait.
Selain unsur SAR, pencarian juga dibantu KM Sabuk Nusantara 85 yang melakukan pemantauan melalui radar dari sekitar perairan Jampea. Hingga berita ini diturunkan, posisi pasti KM Nurul Salsa masih belum berhasil dipastikan.
Pihak berwenang terus mengoordinasikan operasi pencarian dengan mengutamakan keselamatan personel mengingat kondisi cuaca di perairan Selayar masih dipengaruhi angin musim timur yang menyebabkan gelombang tinggi. (TIM)
