Ponpes Raudlatul Muhibbin Surakarta Gelar Ujian Qira'at Sab'ah untuk Jaga Tradisi Keilmuan Al-Qur'an
SUARA NEGERI ■ SOLO — Pondok Pesantren (Ponpes) Raudlatul Muhibbin Al Mustainiyah Surakarta menggelar Ujian Qira'at Sab'ah sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran sekaligus upaya menjaga tradisi keilmuan Al-Qur'an melalui transmisi sanad kepada para santri.
Ujian yang berlangsung pada 1 Juli 2026 itu diikuti santri yang telah menyelesaikan pembelajaran Qira'at Sab'ah dengan menggunakan kitab Faidhul Barokat Fi Sab'il Qira'at karya KH. Arwani Kudus sebagai rujukan utama.
Dalam ujian tersebut, peserta diuji kemampuan membaca Al-Qur'an berdasarkan tujuh qira'at mutawatirah, memahami kaidah ushul dan farasy, menjelaskan perbedaan riwayat para imam qira'at, serta mempraktikkan bacaan sesuai sanad yang diterima dari para guru.
Pengasuh Ponpes Raudlatul Muhibbin Al Mustainiyah Surakarta, Dr. KH. Ahmad Muhamad Mustain Nasoha, mengatakan ilmu Qira'at Sab'ah merupakan salah satu disiplin ilmu Al-Qur'an yang memiliki posisi penting dalam tradisi keilmuan Islam dan kini semakin sedikit dipelajari secara mendalam.
Menurutnya, santri tidak cukup hanya mampu membaca Al-Qur'an dengan baik, tetapi juga harus memahami dasar-dasar ilmiah yang melandasi perbedaan qira'at yang diwariskan secara mutawatir melalui sanad para ulama.
"Santri tidak cukup hanya mampu membaca, tetapi juga harus memahami ushul qira'at, wajh al-qira'ah, serta dasar periwayatan setiap bacaan agar mata rantai keilmuan tetap terpelihara," ujarnya.
Ketua Yayasan Raudlatul Muhibbin Al Mustainiyah, Ust. Wassim Ahmad Fahruddin, mengatakan yayasan akan terus mendukung pengembangan program pembelajaran berbasis kitab turats, khususnya ilmu-ilmu Al-Qur'an yang membutuhkan proses belajar berkelanjutan serta bimbingan guru yang memiliki sanad keilmuan.
Sementara itu, Ketua Pondok, Ust. Muhammad Hadziq Mahfuh, menegaskan ujian tersebut tidak sekadar menjadi agenda akademik tahunan, melainkan instrumen untuk memastikan kompetensi santri sebelum terjun mengajarkan Al-Qur'an di tengah masyarakat.
Pengajar Qira'at Sab'ah, Gus Assegaf Nasoha, menjelaskan materi ujian meliputi penguasaan ushul qira'at, praktik bacaan para imam, makharijul huruf, sifat huruf, hingga kemampuan menjelaskan dasar ilmiah setiap perbedaan bacaan.
Ponpes Raudlatul Muhibbin Al Mustainiyah berharap pelaksanaan ujian tersebut dapat melahirkan generasi Qur'ani yang memiliki kompetensi akademik, integritas moral, serta sanad keilmuan yang kuat dalam menjaga dan mengembangkan tradisi pembelajaran Al-Qur'an. (Hd)



