Ambodalle Dorong Alumni HMI Tak Sekadar Jadi Pemerhati, Harus Ambil Peran dalam Pengelolaan SDA


PALU ■ SUARA NEGERI — Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, H. Ambodalle, mendorong alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) agar tidak berhenti pada ruang diskusi, kritik, dan advokasi. Alumni HMI dinilai perlu mengambil peran lebih konkret dalam pengelolaan potensi sumber daya alam (SDA) sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat daerah dalam aktivitas ekonomi.

Hal itu disampaikan Ambodalle yang juga menjabat Ketua Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA), dalam kegiatan Silaturahmi Alumni HMI yang dirangkaikan dengan diskusi panel di Resto Foody, Kota Palu, Senin (31/8/2026).

Menurut Ambodalle, alumni HMI memiliki modal intelektual, jaringan, serta sumber daya manusia yang besar untuk berkontribusi terhadap pembangunan Sulawesi Tengah. Potensi tersebut, kata dia, harus diterjemahkan dalam bentuk keterlibatan nyata di berbagai sektor, termasuk ekonomi, lingkungan hidup, pertambangan, dan pemberdayaan masyarakat.

“Jangan sampai kita hanya menjadi pemerhati lingkungan. Kita berbicara tentang orang-orang yang kita advokasi mengenai lingkungan hidup, sementara pada saat yang sama kita justru tidak mengambil bagian dalam aktivitas ekonomi yang ada,” ujar Ambodalle.

Ia menilai energi alumni dan kelompok masyarakat selama ini cukup banyak terserap dalam diskusi, demonstrasi, maupun advokasi. Namun, aktivitas tersebut belum selalu menghasilkan pengaruh yang signifikan terhadap kebijakan maupun aktivitas ekonomi di lapangan.

“Suara kita hampir-hampir tidak terdengar. Artinya, tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap apa yang mereka lakukan hari ini,” katanya.

SDA Harus Memberikan Manfaat bagi Daerah

Ambodalle mengatakan persoalan tersebut menjadi semakin penting mengingat Sulawesi Tengah memiliki potensi SDA yang besar, khususnya di sektor pertambangan.

Menurutnya, pengelolaan SDA harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan. Aktivitas ekonomi tidak boleh mengabaikan keberlanjutan, tetapi potensi SDA juga harus mampu memberikan manfaat yang nyata bagi negara, daerah, dan masyarakat.

“Lingkungan harus kita pelihara, tetapi potensi sumber daya alam juga harus memberikan manfaat bagi negara dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya penerapan kegiatan pertambangan sesuai ketentuan hukum, kaidah teknis, serta prinsip keberlanjutan. Dengan demikian, kegiatan pertambangan tidak semata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mampu menciptakan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Pengusaha Lokal Jangan Hanya Jadi Penonton

Dalam forum tersebut, Ambodalle juga menyoroti besarnya peluang bagi pengusaha lokal untuk masuk ke dalam ekosistem ekonomi sektor pertambangan.

Ia mendorong alumni HMI dan jaringan KAHMI di Sulawesi Tengah agar mampu membaca perkembangan regulasi serta memanfaatkan peluang usaha yang terbuka.

Menurutnya, perubahan kebijakan di sektor pertambangan harus menjadi momentum bagi pengusaha daerah untuk memperkuat posisi dalam rantai ekonomi.

“Ini merupakan peluang dan kesempatan. Tinggal bagaimana teman-teman di daerah mampu memanfaatkannya,” kata Ambodalle.

Ia menegaskan, keterlibatan pengusaha lokal tidak harus selalu dalam posisi sebagai pemilik perusahaan pertambangan. Terdapat berbagai ruang usaha yang dapat dimasuki, mulai dari kontraktor, penyedia barang dan jasa, hingga sektor pendukung kegiatan pertambangan.

“Kalaupun kita tidak bisa masuk sebagai pemilik usaha pertambangan, ada pelaku usaha yang menjadi kontraktor. Kenapa kita tidak masuk ke sana? Kita harus mampu mengambil bagian dalam rantai ekonomi yang ada,” ujarnya.

Menurut Ambodalle, besarnya potensi SDA Sulawesi Tengah tidak otomatis menjadikan masyarakat lokal sebagai pelaku utama.

Dibutuhkan kesiapan sumber daya manusia, pemahaman regulasi, kemampuan permodalan, profesionalisme, serta konsolidasi antarpelaku usaha daerah.

Karena itu, ia berharap alumni HMI tidak hanya tampil sebagai kelompok intelektual yang memberikan kritik terhadap kebijakan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembangunan.

“Jangan sampai kita hanya terlena dengan diskusi, kemudian melakukan demonstrasi dan sebagainya. Kita harus hadir dan mengambil bagian,” tegasnya.

Ia menambahkan, jaringan alumni HMI memiliki modal sosial dan sumber daya manusia yang dapat menjadi kekuatan untuk membangun kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

“Kalau kesempatan yang sudah diberikan pemerintah tidak kita manfaatkan, orang lain yang akan mengambil kesempatan itu,” pungkas Ambodalle.

Alimudin: Peluang Kontraktor Pertambangan Terbuka

Sementara itu, salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut, Alimudin, menilai sektor kontraktor pertambangan atau mining contractor menjadi salah satu peluang yang cukup terbuka bagi pengusaha daerah.

Ia menuturkan, aktivitas pertambangan tetap harus memperhatikan aspek lingkungan di sekitar wilayah operasi. Proses pengolahan dan kegiatan pertambangan, kata dia, harus dibarengi dengan upaya perbaikan dan pemulihan lingkungan.

“Dalam proses pengolahan pertambangan selalu memperhatikan aspek lingkungan sekitar dengan adanya perbaikan lingkungan.Kontraktor mining sangat bagus dan sesuai dengan mekanisme,” tuturnya.

Alimudin menilai peluang tersebut perlu mulai dipersiapkan dan dikelola secara serius oleh kader maupun alumni HMI. Dengan kesiapan sumber daya manusia dan kemampuan usaha, jaringan alumni HMI dinilai dapat mengambil bagian dalam rantai kegiatan pertambangan.

“Peluang ini sangat bagus dikelola oleh kader HMI. Kita bisa mengolah dan ke depannya kita bisa berpartisipasi di situ. Kita optimis dan menjadi pelaku,” kata Alimudin.

Andi Ridwan: Kader HMI Harus Berani Mengambil Peran

Sementara itu, Ketua Presidium Keluarga Besar (KB) Hijau Hitam Sulawesi Tengah sekaligus penggagas kegiatan, Andi Ridwan Bataraguru, menilai gagasan yang disampaikan Ambodalle memberikan sinyal penting bagi kader dan alumni HMI untuk mulai mengambil peran lebih besar dalam sektor ekonomi daerah.

Menurut Andi Ridwan, peluang yang tersedia di sektor pertambangan tidak harus dimaknai dengan masuk sebagai pemilik perusahaan tambang. Kader HMI dapat mengambil peran sesuai kapasitas, kompetensi, dan bidang usaha yang dimiliki.

“Apa yang sudah disampaikan oleh Ketua HIPKA, Ambodalle, sudah memberikan signal kepada kader HMI untuk bisa berperan. Harapannya, kader HMI dapat berkolaborasi dengan perusahaan tambang, termasuk mengambil peluang sebagai kontraktor mining,” ujarnya.

Ia menilai potensi tersebut harus dimanfaatkan secara bersama-sama. Tidak semua kader maupun alumni harus masuk ke perusahaan pertambangan sebagai pekerja, tetapi dapat mengambil posisi masing-masing sesuai talenta dan kompetensinya.

“Tidak semua orang yang punya talenta harus masuk dalam perusahaan tambang. Kita bisa mengambil peran masing-masing,” katanya.

Andi Ridwan juga membuka ruang kolaborasi antara kader HMI yang telah memiliki usaha dengan dunia usaha dan jaringan HIPKA.

Menurutnya, kapasitas usaha yang dimiliki kader dapat menjadi modal untuk membangun kemitraan yang lebih luas.

“Ia juga mengatakan, ketika kader HMI memiliki usaha dan ingin bergabung atau bekerja sama dengan perusahaan, Ambodalle bisa mempertimbangkan dan melihat peluang tersebut,” ujarnya.

Forum silaturahmi dan diskusi panel tersebut pada akhirnya menegaskan pentingnya perubahan orientasi alumni HMI di Sulawesi Tengah: dari sekadar menjadi pemerhati, pengkritik, dan pengadvokasi, menuju kelompok yang mampu menjadi pelaku pembangunan dan ekonomi daerah.

Dengan tetap menempatkan perlindungan lingkungan, kepatuhan terhadap hukum, serta kepentingan masyarakat sebagai prinsip utama, alumni HMI didorong untuk memanfaatkan kapasitas intelektual, jaringan, dan kemampuan kewirausahaan agar potensi SDA Sulawesi Tengah memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat daerah.(DhankZ)
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  •  Ambodalle Dorong Alumni HMI Tak Sekadar Jadi Pemerhati, Harus Ambil Peran dalam Pengelolaan SDA
  •  Ambodalle Dorong Alumni HMI Tak Sekadar Jadi Pemerhati, Harus Ambil Peran dalam Pengelolaan SDA
  •  Ambodalle Dorong Alumni HMI Tak Sekadar Jadi Pemerhati, Harus Ambil Peran dalam Pengelolaan SDA
  •  Ambodalle Dorong Alumni HMI Tak Sekadar Jadi Pemerhati, Harus Ambil Peran dalam Pengelolaan SDA
  •  Ambodalle Dorong Alumni HMI Tak Sekadar Jadi Pemerhati, Harus Ambil Peran dalam Pengelolaan SDA
  •  Ambodalle Dorong Alumni HMI Tak Sekadar Jadi Pemerhati, Harus Ambil Peran dalam Pengelolaan SDA