PFIJ dan Polres Metro Jakarta Pusat Gelar Doa Bersama Untuk Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
JAKARTA, SUARA NEGERI — Lima jurnalis yang melakukan peliputan di kawasan perairan Selat Sunda sekitar Gunung Anak Krakatau dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9), memicu pencarian terhadap mereka dan awak kapal yang ditumpangi.
Kelima jurnalis tersebut adalah Yudistiro Pranoto dari iNews Media Group, Arie Basuki dari Merdeka.com, Muhammad Bagus Khorlirunas dari Kantor Berita Antara, Donal, jurnalis freelance, serta Firdaus Wajidi dari Anadolu.
Mereka dilaporkan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Banten, menggunakan speedboat pada Senin sekitar pukul 14.00 WIB. Komunikasi dengan rombongan kemudian terputus dan hingga Jumat (11/9) malam belum ada kabar mengenai keberadaan mereka.
Rekan-rekan jurnalis di Jakarta menggelar doa bersama pada Jumat malam sebagai bentuk dukungan bagi proses pencarian.
Kegiatan yang digelar Pewarta Foto Indonesia Jakarta (PFIJ) tersebut berlangsung di kawasan belakang Polsubsektor Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat.
Doa bersama diawali dengan shalat Maghrib berjamaah, dilanjutkan pembacaan Al-Fatihah dan doa untuk keselamatan para jurnalis serta awak kapal yang masih dalam pencarian. Para peserta juga menyalakan lilin dan mengheningkan cipta.
Sekretaris Jenderal PFIJ, Dio, mengatakan dukungan dan doa dari komunitas pers diharapkan terus mengiringi proses pencarian hingga keberadaan kelima jurnalis diketahui.
Ketua Pewarta Foto Indonesia Nasional juga menyampaikan apresiasi terhadap berbagai institusi yang terlibat dalam operasi pencarian dan berharap upaya tersebut segera menemukan titik terang.
Polres Metro Jakarta Pusat menurunkan 37 personel untuk mengamankan kegiatan doa bersama tersebut. Kegiatan berlangsung hingga sekitar pukul 20.20 WIB.
Hilangnya kontak dengan rombongan terjadi ketika kawasan Gunung Anak Krakatau dan perairan di sekitarnya menjadi perhatian terkait aktivitas vulkanik dan kondisi lingkungan di wilayah Selat Sunda.
Informasi mengenai lokasi terakhir rombongan, kondisi speedboat, serta perkembangan operasi pencarian belum dijelaskan secara rinci dalam kegiatan doa bersama tersebut.
Keluarga, rekan kerja, dan komunitas pers masih menunggu informasi mengenai keberadaan kelima jurnalis dan awak kapal yang hingga kini belum ditemukan. (Hd)

