Harga Cabe Rawit Keriting Tembus Rp80 Ribu per Kg, Ini Penyebab Naiknya hingga Dua Kali Lipat
SUARA NEGERI | JAKARTA — Harga cabe rawit keriting hari ini, Minggu (24/5) kembali menjadi sorotan setelah mengalami lonjakan tajam dan mencapai kisaran Rp80 ribu per kilogram di sejumlah pasar tradisional di Jakarta.
"Kemarin masih di kisaran Rp.40.000 per kilo, tadi barusan belanja sudah Rp. 80 ribu per kilo," keluh Bu Anita, seorang pemilik Warung Nasi Padang di Kawasan Tebet, saat ditemui media ini.
"Sempat kaget juga sich, karena naiknya hampir dua kali lipat," imbuhnya.
Sementara menurut penjelasan Badan Pangan Nasional (Bapanas), salah satu pemicu utama kenaikan harga cabai adalah tingginya curah hujan di sejumlah daerah sentra produksi. Kondisi cuaca yang tidak menentu menyebabkan tanaman cabai rentan terserang hama dan penyakit tanaman sehingga hasil panen menurun serta kualitas cabai ikut terdampak.
Selain itu, hujan dengan intensitas tinggi juga menghambat proses pemetikan di tingkat petani.
Bapanas menyebut produksi cabai secara nasional sebenarnya masih tersedia, namun distribusi pasokan ke pasar terganggu karena tenaga petik tidak dapat bekerja optimal saat kondisi kebun basah dan berisiko menyebabkan cabai cepat membusuk.
Keterbatasan pasokan tersebut kemudian memicu kenaikan harga di tingkat distributor hingga pedagang eceran. Ketika stok yang masuk ke pasar berkurang sementara permintaan tetap atau meningkat, harga cenderung bergerak cepat naik. Situasi ini lazim terjadi pada komoditas hortikultura seperti cabai yang memiliki umur simpan pendek dan sangat bergantung pada kelancaran distribusi.
Di sisi lain, faktor musiman juga turut memengaruhi. Menjelang momentum hari besar keagamaan, konsumsi rumah tangga, pelaku usaha kuliner, hingga pedagang makanan biasanya meningkat. Ketika permintaan naik di tengah stok yang terbatas, harga cabe rawit keriting berpotensi melonjak lebih tinggi dibanding kondisi normal.
Sejumlah pedagang menuturkan lonjakan harga cabai seperti ini umumnya bersifat sementara. Jika cuaca membaik, proses panen kembali normal, dan distribusi lancar, pasokan ke pasar biasanya meningkat sehingga harga berangsur turun dalam beberapa pekan ke depan.
"Kebetulan momennya bersamaan dengan lebaran sebentar lagi, jadi masih batas normal," kata Waluyo, pedagang di Kalibata city, sesaat yang lalu. (Sri)
