Wakil Menteri Pertanian Jadi Kepala BGN: Suradi Romelan Berharap Kepemimpinan Sudaryono di BGN Amanah
SUARA NEGERI ■ JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) definitif menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri. Dengan penunjukan tersebut, Sudaryono dipastikan tidak lagi merangkap jabatan sebagai Wakil Menteri Pertanian.
Sekretaris DPC Partai Gerindra, Suradi Romelan, S.T., menyampaikan ucapan selamat yang hangat atas resmi dilantiknya Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA. sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia yang baru.
Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen pemerintah terhadap peningkatkan kualitas gizi, kesehatan, serta sumber daya manusia (SDM) masyarakat Indonesia menuju Indonesia Emas.
Dalam keterangannya, Suradi Romelan menyampaikan harapan besar agar amanah dan kepercayaan nasional yang diemban oleh Dr. Sudaryono dapat dijalankan dengan penuh integritas, dedikasi, serta berorientasi pada hasil nyata.
"Atas nama keluarga besar DPC Partai Gerindra, kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Bapak Dr. Sudaryono atas amanah baru sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Kami mendoakan agar beliau selalu diberi kekuatan, kemudahan, dan hikmah dalam menjalankan tugas negara yang sangat mulia ini," ujar Suradi Romelan, S.T.
Lebih lanjut, Suradi menegaskan pentingnya menjaga arah kebijakan BGN agar tetap selaras dengan cita-cita pembentukannya sejak awal, yaitu menghadirkan pemenuhan gizi yang adil, merata, dan menyasar kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.
"Kami berharap di bawah kepemimpinan beliau, BGN mampu mengeksekusi program-program strategis dengan baik, transparan, dan amanah. Yang paling utama adalah memastikan seluruh kebijakan serta program kerja BGN benar-benar tepat sasaran, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas," tambahnya.
Kehadiran sosok Dr. Sudaryono dengan latar belakang akademis dan kepemimpinan yang kuat diharapkan mampu membawa inovasi, tata kelola yang efektif, serta percepatan penanganan isu gizi nasional secara menyeluruh. (NoerSobo)


