Sejumlah Keluarga Korban KLM Nurul Salsa Jalani Pengambilan Sampel DNA untuk Proses Identifikasi
SUARA NEGERI ■ SELAYAR — Sejumlah keluarga korban tenggelamnya Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa menjalani pengambilan sampel darah oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel sebagai bagian dari proses identifikasi salah seorang korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Terpantau sejumlah keluarga korban saat ini mendatangi UPT RSUD Jampea untuk pengambilan sampel DNA yang dilakukan Tim DVI dibantu oleh pihak RSUD Jampea dengan pengawalan dari pihak kepolisian Polsek Pasimasunggu untuk memperoleh data pembanding (antemortem) yang nantinya akan dicocokkan dengan sampel DNA dari jenazah korban.
Camat Pasimasunggu Amin Arsyad bersama Kapolsek Pasimasunggu saat dikonfirmasi pada Selasa, (21/07/2026), terlihat mendampingi pihak keluarga korban dalam proses pengambilan sampel DNA yang dilakukan oleh Tim DVI Polda Sulsel di RSUD Jampea agar dapat berjalan dengan cepat dan tepat.
"Iya, kami masih di RS Pratama ini dinda, mendampingi pihak keluarga korban yang diambil sampel DNA nya," kata Amin Arsyad.
Sedangkan, Direktur RSUD Jampea, drg. Maya Tamara Halim mengatakan bahwa pengambilan sampel DNA yang dilakukan hari ini berupa sampel darah dan swab buccal.
"Sementara yang sudah datang ke RS ada keluarga dari 7 korban, yaitu dari keluarga Hasriati 1 orang, keluarga Chelsea (cia ) 1 orang, keluarga Arfandi 2 orang, keluarga Malida 2 orang, keluarga Musliana 2 orang, keluarga Nurhayati 2 orang, keluarga Yusrianti 1 orang yang datang" ujar Maya Tamara.
Langkah ini merupakan prosedur forensik yang bertujuan memastikan identitas korban secara akurat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Selain pengambilan sampel darah, tim DVI juga menghimpun data pendukung dari keluarga, seperti ciri-ciri fisik, rekam medis, dan informasi lainnya yang dapat membantu proses identifikasi.
Hingga saat ini, operasi pencarian terhadap korban lainnya masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, serta unsur terkait. Pemerintah bersama seluruh tim yang bertugas berkomitmen memberikan penanganan terbaik, baik dalam upaya pencarian maupun proses identifikasi korban, sehingga seluruh korban dapat segera dipastikan identitasnya dan diserahkan kepada keluarga masing-masing. (Ircak).



