Bentengi Akidah Umat, Ratusan Peserta Ikuti Ijazah Qubro Ruqyah Aswaja di Wonosobo
SUARA NEGERI ■ WONOSOBO — Ratusan peserta dari berbagai daerah di Karesidenan Kedu memadati Pondok Pesantren Miftahul Huda Siwatu, Wonosobo, untuk mengikuti Pelatihan Praktisi dan Ijazah Qubro Ruqyah Aswaja. Kegiatan ini digelar sebagai ikhtiar membentengi umat dari praktik pengobatan menyimpang sekaligus meneguhkan Al-Qur'an sebagai syifa atau penyembuh yang bersumber dari ajaran Islam.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri ratusan peserta yang berasal dari berbagai kabupaten di wilayah Karesidenan Kedu, mulai dari para santri, alumni, hingga masyarakat umum yang memiliki ketertarikan kuat dalam dunia thibbun nabawi (pengobatan ala Nabi).
Istimewanya, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Mujiz Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA), Gus Allama Alaudin Shidiqy, M.Pd.I. Kehadiran beliau menjadi magnet tersendiri bagi para peserta yang antusias menimba ilmu pengobatan spiritual yang valid dan sanadnya bersambung.
Dalam pemaparan materinya, Gus Allama mengupas tuntas mengenai tata cara ruqyah yang sesuai dengan manhaj Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja). Beliau menekankan pentingnya membersihkan praktik ruqyah dari unsur-unsur syirik, khurafat, dan takhayul.
“Ruqyah Aswaja adalah ruqyah yang bersandar penuh pada Al-Qur’an, doa-doa ma’tsur dari Rasulullah SAW, serta tidak menggunakan perantara makhluk halus atau jimat. Ini adalah bagian dari dakwah sekaligus benteng akidah umat,” tegas Gus Allama di hadapan para peserta, pada Minggu (28/6).
Lebih lanjut, Gus Allama juga membakar semangat para calon praktisi untuk menumbuhkan keyakinan yang menghunjam kuat di dalam hati. Ia menekankan bahwa Al-Qur’an adalah syifa (penyembuh) yang mutlak untuk segala macam penyakit, baik medis maupun non-medis.
“Jangan pernah ragu. Jadikan Al-Qur’an sebagai wasilah utama. Ketika kita yakin dengan mukjizat ayat-ayat Allah, maka penyakit medis yang kronis sekalipun, atau gangguan non-medis seperti sihir dan ain, atas izin Allah pasti bisa disembuhkan,” lanjutnya.
Sementara itu, pihak panitia dan pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Siwatu menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya acara ini. Mereka berharap, setelah mengikuti pelatihan dan menerima Ijazah Qubro ini, para peserta dapat pulang ke daerah masing-masing dan menjadi penolong bagi masyarakat yang membutuhkan pengobatan alternatif yang aman, syar’i, dan sesuai koridor Aswaja.
Acara kemudian ditutup dengan prosesi Ijazah Kubro, di mana Gus Allama memberikan ijazah sanad ruqyah secara massal kepada seluruh peserta yang hadir, menandai bahwa mereka kini telah resmi memiliki legalitas spiritual untuk mempraktikkan Ruqyah Aswaja di tengah masyarakat. (NoerSobo)



