Meski Kondisinya Amburadul, Pancuran 13 Guci Tetap Diburu Wisatawan
SUARA NEGERI | TEGAL — Wahana wisata Pancuran 13 yang merupakan salah satu maskot Obyek wisata Guci kabupaten Tegal, hingga hari ini (5/6) masih diburu oleh wisatawan lokal maupun luar daerah.
Meski pun jauh berbeda jika dibandingkan sebelum di hajar "Banjir Bandang" pada beberapa waktu lalu, Pancuran 13 masih tetap menjadi destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan. Rata-rata pengunjung mengaku penasaran dengan kondisi tempat tersebut.
Seperti yang disampaikan oleh sejumlah pengunjung yang berada di lokasi, pada Jumat (5/6).
"Penasaran dengan tempat ini (Pancuran 13), setelah bencana Banjir Bandang yang sempat dua kali mengobrak-abrik tempat ini, eh ternyata kondisinya sangat diluar bayangan," kata Wawan, keapada Suara Negeri.
Menurutnya, area wisata ini, yang dulunya ada tiga belas pancuran air panas dan biasa digunakan untuk mandi bagi pengunjung, saat ini pemandangannya sangat jauh berbeda.
Pengunjung lain seperti Mukhtar, warga Brebes yang sengaja memanfaatkan waktu luangnya bersama keluarga juga mengakui hal yang sama.
"Indah betul tempatnya, sangat disayangkan jika ke Tegal tanpa mampir kesini," ujarnya.
Sementara sejumlah warga Pemalang, yang pagi tadi tampak bertamasya ditempat ini berharap pihak terkait agar melakukan rekondisi, minimal di tata agar mirip dengan kondisi sebelumnya.
"Sayang tempat ini, jika di biarkan Amburadul seperti sekarang ini," harap Wawan yang mengaku warga purbalingga.
Informasi yang diperoleh, untuk saat ini, masuk ke area Pancuran 13 tidak ada pungutan, alias gratis.
Berbeda dengan area lain. HTM / sewa tetap diberlakukan untuk pengunjung dengan fasilitas kolam renang air panas, cafe, Resto dan Penginapan/Hotel. (Himawan).


