Pascagempa M6,7 Palu, BMKG Catat 466 Gempa Susulan dalam 21 Jam
SUARA NEGERI | PALU — Aktivitas kegempaan pascagempa tektonik Magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Palu dan sekitarnya pada Selasa (16/6/2026) masih menunjukkan intensitas yang tinggi.
Berdasarkan pemutakhiran data BMKG Stasiun Geofisika Palu hingga Rabu (17/6/2026) pukul 07.30 WIB, telah tercatat 466 kejadian gempa susulan (aftershock) yang tersebar di sekitar zona sumber gempa utama.
Data BMKG menunjukkan bahwa rangkaian gempa susulan tersebut merupakan bagian dari proses pelepasan dan penyesuaian energi di sepanjang struktur sesar aktif yang menjadi sumber gempa utama. Dari total kejadian yang terdeteksi, sebanyak 25 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat, terutama di wilayah Palu, Sigi, Donggala, dan sejumlah daerah sekitarnya.
Hasil analisis BMKG mencatat gempa susulan terbesar mencapai Magnitudo 5,2, sementara yang terkecil berkekuatan Magnitudo 1,3. Hingga saat ini, hanya terdapat satu kejadian gempa susulan dengan magnitudo di atas 5,0.
Peta distribusi episenter memperlihatkan bahwa sebaran gempa susulan terkonsentrasi di sekitar wilayah sumber gempa utama dan mengikuti pola struktur geologi aktif di kawasan Sulawesi Tengah.
Sebagian besar kejadian berada pada kedalaman dangkal hingga menengah, yang merupakan karakteristik umum aktivitas gempa susulan setelah gempa utama berkekuatan besar.
Sementara itu, grafik frekuensi gempa susulan per tiga jam menunjukkan aktivitas yang masih fluktuatif. Pada beberapa periode pengamatan, jumlah kejadian mencapai lebih dari 80 gempa dalam rentang tiga jam, menandakan proses penyesuaian kerak bumi masih berlangsung secara aktif.
BMKG menegaskan bahwa fenomena gempa susulan merupakan hal yang normal setelah terjadinya gempa utama. Meskipun tren aktivitas kegempaan secara bertahap diperkirakan akan menurun, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan yang masih dapat dirasakan.
Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri, serta instansi terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan dampak bencana. Masyarakat juga diimbau untuk memastikan kondisi bangunan tempat tinggal dalam keadaan aman sebelum kembali beraktivitas secara normal.
BMKG mengingatkan masyarakat agar hanya mengakses informasi resmi dari lembaga berwenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kesiapsiagaan, ketenangan, dan kepatuhan terhadap arahan petugas menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi pascagempa.
Data Gempa Susulan per 17 Juni 2026,
● Pukul 07.30 WIB
● Gempa utama: Magnitudo 6,7
● Total gempa susulan: 466 kejadian
● Gempa susulan dirasakan: 25 kejadian
● Magnitudo terbesar: 5,2
● Magnitudo terkecil: 1,3
● Gempa susulan M ≥ 5,0: 1 kejadian
"Aktivitas gempa susulan masih berlangsung, namun masyarakat diharapkan tetap tenang, waspada, dan mengikuti informasi resmi BMKG serta pemerintah daerah." (DhankZ)

