Sempat Bikin Geger Karena Berbau Solar, Ribuan Minyak Goreng Bantuan di Karanganyar Akhirnya Diganti Massal
SUARA NEGERI ■ KARANGANYAR — Penyaluran program Bantuan Pangan di wilayah Kecamatan Karanganyar Kota sempat diwarnai keluhan dari masyarakat. Ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KMP) mendapati komoditas minyak goreng yang mereka terima dalam kondisi tidak layak konsumsi. Pihak kelurahan dan kecamatan langsung bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Bulog untuk menggelar penggantian massal.
Camat Karanganyar Kota, Sutarmo, membenarkan adanya laporan mengenai kualitas minyak goreng bantuan yang kurang baik tersebut. Keluhan muncul di beberapa titik wilayah, seperti Kelurahan Bejen, Lalung, hingga Tegalgede. Berdasarkan laporan awal dari warga, kondisi fisik minyak goreng tersebut tidak seperti semestinya dan memicu rasa yang tidak biasa jika digunakan untuk memasak.
"Memang benar ada keluhan masyarakat terkait mintak goreng yang menjadi salah satu komoditi bantuan pangan. Karena ada bau seperti solar dan minyak tanah, tapi sudah dikembalikan, " ujar Sutarmo kepada awak media, Rabu (24/7).
Sutarmo mengatakan bahwa informasi yang diterima dari warga menyebutkan minyak tersebut tidak seperti minyak goreng pada umumnya. Jika dipakai untuk menggoreng, rasanya menjadi lain. Pihaknya langsung berkoordinasi dengan Badan Urusan Logistik serta Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan setempat.
Alhasil, proses penukaran langsung berjalan cepat, salah satunya dipusatkan di Balai Kelurahan Bejen. Masyarakat yang membawa minyak goreng kurang bagus bisa langsung menukarnya dengan kualitas yang jauh lebih baik.
Senada dengan Camat, Lurah Lalung, Farid Teguh Prabowo, mengungkapkan bahwa kendala pada komoditas minyak goreng ini memang terjadi hampir merata di sebagian besar kelurahan di Kecamatan Karanganyar.
Di Kelurahan Lalung, bantuan tersebut didistribusikan pada Rabu pekan lalu. Namun, memasuki hari Kamis, warga mulai berdatangan melaporkan kejanggalan pada minyak goreng kemasan dua liter tersebut. "Begitu ada keluhan masyarakat, langsung kita respon untuk dilakukan penggantian, " imbuh Farid.
Farid membeberkan bahwa warga melapor saat minyak dituang ke wajan dan dipanaskan, bahkan belum sampai suhu maksimal untuk menggoreng, sudah muncul aroma menyengat. Ada warga yang mengeluhkan baunya seperti minyak tanah, dan ada juga yang baunya menyerupai solar. "Jadi secara fisik, tampilan minyak goreng yang bermasalah itu sudah terlihat beda, warnanya terlihat agak keruh dan tidak sejernih biasanya, " urainya.
Pihak Kelurahan Lalung segera mengonfirmasi temuan tersebut ke pihak Bulog. Hasilnya, sebanyak 948 paket bantuan minyak goreng milik warga di Kelurahan Lalung ditarik seluruhnya dan diganti baru oleh Bulog. Karena jatah bantuan kali ini dirapel untuk dua bulan, masyarakat menerima penggantian berupa empat botol minyak goreng kemasan satu liter, mendampingi bantuan utama berupa sepuluh kilogram beras.
Farid memastikan bahwa pasca-penggantian massal awal pekan lalu, situasi di lapangan kini telah kembali kondusif. Sampai siang ini, setelah dilakukan penggantian dengan minyak yang baru dan jernih, belum ada lagi keluhan yang masuk dari warga. Kondisi di lapangan rata-rata sudah aman dan komoditas tersebut sudah mulai dikonsumsi oleh masyarakat.
Dari tiga kelurahan yang ada di Kecamatan Karanganyar Kota, yakni Kelurahan Bejen, Popongan, Dan Lalung terdapat ribuan KPM bantuan pangan itu yang mengembalikan minyak goreng bermasalah itu. (hrs)

