Sinergi Lintas Sektor, Mentari Sehat Indonesia Karanganyar Dorong Kebijakan Strategis Penanganan TBC
SUARA NEGERI ■ KARANGANYAR — Pemerintah menaruh perhatian serius terhadap penanggulangan penyakit tuberkulosis atau TBC dengan menjadikannya sebagai salah satu program prioritas nasional. Keterlibatan aktif masyarakat, dunia usaha, hingga kader kesehatan sangat diperlukan dalam memutus rantai penularan di lingkungan sekitar.
Langkah nyata ini didukung penuh oleh SSR Mentari Sehat Indonesia Kabupaten Karanganyar yang mendampingi program pencegahan dan penanggulangan TBC di tingkat daerah. Melalui kader khusus, institusi ini bergerak membantu pihak puskesmas dalam melakukan investigasi kontak erat demi menemukan masyarakat yang berisiko tinggi.
Kabid P2PL Dinas Kesehatan Karanganyar Winarno menjelaskan,
tidak hanya mendeteksi dini, para kader juga mengawal pemberian terapi pencegahan serta memantau secara ketat kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat secara rutin selama enam bulan penuh untuk mencegah terjadinya resistensi obat.
Menurutnya, tantangan di lapangan kerap kali muncul dari kebiasaan pasien yang kurang disiplin dalam mengembalikan wadah sampel dahak setelah pemeriksaan awal di puskesmas. "Di sinilah peran penting kader kesehatan yang sebagian besar juga merupakan kader posyandu, di mana mereka dengan sukarela membantu mengantarkan spesimen dahak tersebut kembali ke laboratorium agar diagnosis medis bisa ditegakkan dengan cepat dan tepat, " ucap Winarno kepada media, Kamis (25/7).
Upaya penanggulangan ini juga diperkuat melalui Koordinasi dan Monitoring Evaluasi Program TBC Komunitas yang diselenggarakan oleh Mentari Sehat Indonesia Kabupaten Karanganyar. Melalui kegiatan Focus Group Discussion atau FGD yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Muhammadiyah Karanganyar, dan Lazismu.
Koordinator Kader SSR Mentari Sehat Indonesia Karanganyar, Efitya Fitria Istifarin menjelaskan bahwa kegiatan ini dikemas secara interaktif yang meliputi paparan kondisi nyata situasi TBC di lapangan, diskusi kelompok untuk mengidentifikasi akar permasalahan, hingga penyerapan masukan dan penyusunan rencana tindak lanjut bersama.
Melalui ruang diskusi tersebut, Staf Program SSR Mentari Sehat Indonesia Karanganyar, Shubuha Pilar Naredia menegaskan bahwa agenda ini diharapkan mampu menjadi sarana komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang solid antar seluruh pihak.
"Dengan adanya dukungan kuat dari pemerintah daerah Karanganyar, diharapkan segera lahir kebijakan baru serta langkah strategis yang efektif guna mempercepat target eliminasi TBC sekaligus mendongkrak derajat kesehatan masyarakat, " tekannya.
Upaya pencarian kasus secara masif memang menjadi sangat krusial mengingat satu penderita TBC yang tidak terdeteksi berpotensi menularkan bakteri melalui percikan droplet ke banyak orang di sekitarnya dalam setahun. Penyakit ini terbukti tidak memandang bulu dan menyerang berbagai kelompok usia, bahkan di wilayah Karanganyar sendiri telah ditemukan sekitar 122 kasus TBC yang menjangkiti anak-anak.
Penyebaran kasus yang merata di berbagai wilayah menegaskan bahwa ketiadaan laporan kasus di suatu daerah bukan berarti wilayah tersebut sepenuhnya aman, melainkan memerlukan kerja keras yang lebih tinggi untuk melakukan skrining menyeluruh agar mata rantai penularan dapat segera diputus melalui pengobatan yang tuntas. (hrs)

