Kenapa Banyak Orang Merasa Tubuh Lelah Dan Lebih Berat Hari Ini? Ini Penjelasan Ilmiahnya


Oleh: Dr. Zain Macksudo, MD | Lexington, KY | Neurologist

"Hari ini kok rasanya badan berat sekali."

Kalimat seperti itu mungkin pernah Anda ucapkan. Yang menarik, ketika ditanyakan kepada teman, rekan kerja, atau anggota keluarga, tidak sedikit yang menjawab dengan keluhan serupa. Tubuh terasa lebih lelah, mata sulit terbuka, konsentrasi menurun, bahkan semangat untuk beraktivitas seolah berkurang meski malam sebelumnya merasa sudah tidur cukup.

Apakah itu hanya kebetulan? Ataukah memang ada sesuatu yang sedang terjadi?

Sains menunjukkan bahwa tidak ada satu penyebab tunggal yang dapat menjelaskan fenomena tersebut. Sebaliknya, tubuh manusia merupakan sistem biologis yang sangat peka terhadap perubahan lingkungan. Rasa lelah yang dialami banyak orang pada waktu yang hampir bersamaan biasanya merupakan hasil interaksi berbagai faktor, mulai dari cuaca, kualitas tidur, kelembapan udara, hingga kondisi psikologis.

1. Perubahan Cuaca Membuat Tubuh Harus Beradaptasi

Tubuh manusia bekerja keras menjaga suhu inti tetap stabil di kisaran 37 derajat Celsius. Ketika suhu udara berubah drastis atau kelembapan meningkat, tubuh memerlukan energi lebih besar untuk mempertahankan keseimbangan tersebut.

Pada kondisi udara lembap, penguapan keringat menjadi kurang efektif sehingga tubuh terasa lebih cepat lelah. Sebaliknya, saat tekanan udara menurun menjelang hujan, sebagian orang juga melaporkan munculnya rasa lesu atau nyeri sendi, meski respons ini berbeda pada setiap individu.

2. Tidur Cukup Belum Tentu Tidur Berkualitas

Banyak orang menganggap tidur selama tujuh atau delapan jam sudah cukup. Padahal, kualitas tidur sama pentingnya dengan lamanya tidur.

Tidur yang sering terbangun, mendengkur, mengalami gangguan napas saat tidur (sleep apnea), atau tidur pada jam yang tidak teratur dapat membuat tubuh tetap merasa lelah keesokan harinya.

Di balik proses tidur, tubuh juga mengatur produksi hormon seperti melatonin dan kortisol yang berperan dalam menentukan rasa segar saat bangun pagi. Sedikit saja ritme biologis terganggu, tubuh dapat memberikan sinyal berupa kantuk berkepanjangan.

3. Dehidrasi Ringan Sering Tidak Disadari

Banyak orang baru merasa haus ketika tubuh sebenarnya sudah mulai kehilangan cairan.

Penelitian menunjukkan bahwa kehilangan cairan sekitar 1–2 persen dari berat badan saja dapat menurunkan konsentrasi, memperlambat respons, serta meningkatkan rasa lelah.

Karena itu, rasa "berat" yang muncul sejak pagi terkadang bukan disebabkan penyakit, melainkan tubuh yang kekurangan cairan.

4. Kualitas Udara Juga Berperan

Polusi udara, debu, asap kendaraan, maupun partikel halus dapat memengaruhi kenyamanan bernapas.

Pada sebagian orang, paparan kualitas udara yang buruk dapat menyebabkan tubuh bekerja lebih keras, sehingga muncul rasa cepat lelah atau mengantuk, terutama bila berlangsung selama beberapa hari.

5. Apakah Aktivitas Matahari Ikut Berpengaruh?

Ini merupakan salah satu pertanyaan yang paling banyak memicu rasa ingin tahu.

Aktivitas Matahari memang mengalami siklus alami yang menghasilkan semburan partikel bermuatan dan badai geomagnetik ketika berinteraksi dengan medan magnet Bumi. Dampaknya terhadap satelit, sistem navigasi GPS, komunikasi radio, dan jaringan listrik telah terdokumentasi dengan baik.

Namun, apakah aktivitas tersebut juga memengaruhi manusia?

Sejumlah penelitian mencoba mencari hubungan antara badai geomagnetik dengan kualitas tidur, denyut jantung, variasi irama jantung (heart rate variability), hingga suasana hati. Sebagian studi menemukan adanya korelasi pada kelompok tertentu, tetapi penelitian lain tidak memperoleh hasil yang konsisten.

Artinya, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang cukup kuat untuk menyatakan bahwa aktivitas Matahari secara langsung menyebabkan rasa lelah, kantuk, atau perubahan emosi pada manusia secara umum. Bidang penelitian ini masih berkembang dan memerlukan lebih banyak bukti.

6. Pikiran Manusia Juga Memengaruhi Cara Tubuh Merasakan Sesuatu

Fenomena lain yang tidak kalah menarik adalah efek psikologis.

Ketika seseorang mengatakan, "Hari ini saya merasa sangat lelah," orang lain mungkin mulai lebih memperhatikan kondisi tubuhnya sendiri. Hal ini dikenal dalam psikologi sebagai attention bias, yaitu kecenderungan seseorang lebih menyadari suatu gejala setelah perhatian tertuju pada gejala tersebut.

Ini bukan berarti keluhan tersebut tidak nyata, melainkan persepsi terhadap kondisi tubuh dapat dipengaruhi oleh fokus perhatian.

Tubuh Adalah Sistem yang Sangat Peka

Tubuh manusia terus berinteraksi dengan lingkungan selama 24 jam sehari. Cahaya Matahari mengatur jam biologis, suhu memengaruhi metabolisme, udara memengaruhi pernapasan, sementara tidur, pola makan, hidrasi, dan kondisi mental saling memengaruhi satu sama lain.

Karena itu, ketika banyak orang merasa tubuh lebih berat pada hari yang sama, penyebabnya kemungkinan bukan berasal dari satu faktor tunggal, melainkan kombinasi berbagai kondisi lingkungan dan biologis yang bekerja secara bersamaan.

---------------------------

Tidak semua rasa lelah merupakan tanda penyakit, dan tidak semua fenomena alam dapat dijadikan penyebab utama.

Hingga saat ini, penjelasan yang paling didukung bukti ilmiah adalah bahwa rasa lelah dipengaruhi oleh kombinasi kualitas tidur, perubahan cuaca, kelembapan, hidrasi, kualitas udara, ritme biologis, serta kondisi psikologis. 

Sementara itu, dugaan adanya pengaruh langsung aktivitas Matahari terhadap tubuh manusia masih menjadi bidang penelitian yang belum menghasilkan kesimpulan pasti.

Yang terpenting, apabila rasa lelah berlangsung terus-menerus, disertai sesak napas, nyeri dada, penurunan kesadaran, demam berkepanjangan, atau keluhan lain yang mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Mungkin tubuh kita tidak selalu mampu menjelaskan mengapa ia merasa lelah. Namun satu hal yang pasti, ia selalu memberikan sinyal ketika membutuhkan perhatian. Mendengarkan sinyal tersebut sering kali menjadi langkah pertama untuk menjaga kesehatan. (*)
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  •  Kenapa Banyak Orang Merasa Tubuh Lelah Dan Lebih Berat Hari Ini? Ini Penjelasan Ilmiahnya
  •  Kenapa Banyak Orang Merasa Tubuh Lelah Dan Lebih Berat Hari Ini? Ini Penjelasan Ilmiahnya
  •  Kenapa Banyak Orang Merasa Tubuh Lelah Dan Lebih Berat Hari Ini? Ini Penjelasan Ilmiahnya
  •  Kenapa Banyak Orang Merasa Tubuh Lelah Dan Lebih Berat Hari Ini? Ini Penjelasan Ilmiahnya
  •  Kenapa Banyak Orang Merasa Tubuh Lelah Dan Lebih Berat Hari Ini? Ini Penjelasan Ilmiahnya
  •  Kenapa Banyak Orang Merasa Tubuh Lelah Dan Lebih Berat Hari Ini? Ini Penjelasan Ilmiahnya