Polisi Wonosobo Ajarkan Pelajar Gunakan AI untuk Mengenali Hoaks
SUARA NEGERI ■ WONOSOBO — Kepolisian Resor Wonosobo, Jawa Tengah, mengajarkan lebih dari 300 siswa sekolah menengah atas cara menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara kritis, termasuk untuk membantu mengenali informasi yang berpotensi menyesatkan dan hoaks di ruang digital.
Pelatihan tersebut digelar Polres Wonosobo melalui program "Paham AI" di GOR Patriot SMA Negeri 2 Wonosobo, pada Selasa (11/8).
Materi diberikan oleh personel Polres Wonosobo yang bertindak sebagai trainer, yakni Ipda Imam Santoso, Aipda Eko Panji Tetuko, Bripda Najwa Sauda Khairana, dan Bripda Muhammad Zidane Zulishtia.
Dalam kegiatan itu, polisi memperkenalkan sejumlah aplikasi AI yang banyak digunakan masyarakat, termasuk ChatGPT, Gemini dan Copilot. Para siswa juga diberikan pemahaman bahwa AI merupakan alat bantu yang dapat mendukung aktivitas manusia dan tidak menggantikan kemampuan manusia dalam berpikir maupun mengambil keputusan.
Materi pelatihan mencakup penggunaan AI untuk membantu menganalisis informasi, merangkum berita serta mengenali indikasi informasi yang perlu dipertanyakan.
Polisi mengingatkan para siswa bahwa hasil yang diberikan sistem AI tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk menentukan kebenaran sebuah informasi. Informasi tetap perlu diverifikasi melalui sumber resmi dan sumber yang dapat dipercaya sebelum digunakan atau disebarluaskan.
Selain persoalan hoaks, pelatihan membahas aspek etika dan keamanan dalam penggunaan AI. Para siswa diingatkan untuk tidak menggunakan teknologi tersebut untuk membuat atau menyebarkan informasi palsu, melakukan plagiarisme, maupun memasukkan data pribadi atau informasi sensitif ke dalam sistem AI.
Polisi juga memperkenalkan teknik penyusunan prompt atau perintah kepada sistem AI. Siswa diberikan pemahaman bahwa instruksi yang jelas dan spesifik dapat membantu menghasilkan jawaban yang lebih relevan dengan kebutuhan pengguna.
Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan Polres Wonosobo dalam memberikan edukasi literasi digital kepada generasi muda. Materi tidak hanya mencakup kemampuan menggunakan AI, tetapi juga verifikasi informasi, keamanan data, etika serta tanggung jawab dalam aktivitas digital.
Kegiatan berlangsung dalam kondisi tertib dan terkendali, kata kepolisian.
Editing by [Noer77]

