Tanda dan Penyebab Kuku Kaki Menjadi Rapuh, Jangan Dianggap Sepele


SUARA NEGERI — Kuku kaki yang mudah patah, pecah atau terkelupas sering kali dianggap sebagai masalah biasa. Padahal, kondisi tersebut dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari tekanan pada kuku, kelembapan, kebiasaan merawat kaki, cedera, hingga infeksi jamur.

Perubahan pada kuku juga tidak selalu berarti seseorang mengalami kekurangan vitamin atau mineral. Dalam sejumlah kasus, kuku yang rapuh dapat menjadi bagian dari masalah kesehatan tertentu sehingga penyebabnya perlu dilihat dari perubahan kuku dan keluhan lain yang menyertainya.

Kuku kaki yang sehat umumnya memiliki permukaan relatif halus dan warna yang seragam. Ketika tekstur, ketebalan, warna atau bentuknya berubah, kondisi tersebut perlu diperhatikan.

Apa tanda kuku kaki mulai rapuh?

Kuku kaki yang rapuh biasanya lebih mudah mengalami kerusakan. Beberapa tanda yang dapat terlihat antara lain:

ujung kuku mudah patah;
kuku pecah atau terbelah;
bagian kuku mengelupas atau hancur;
permukaan kuku menjadi kasar atau tidak rata;
kuku menjadi lebih tipis atau justru menebal;
kuku berubah warna;
kuku terangkat atau tidak lagi melekat kuat pada dasar kuku.

Kuku yang pecah, retak atau mudah hancur juga termasuk salah satu tanda yang dapat ditemukan pada infeksi jamur kuku. Namun, tanda tersebut tidak otomatis berarti seseorang mengalami infeksi jamur karena perubahan kuku dapat memiliki berbagai penyebab.

Penyebab kuku kaki menjadi rapuh

1. Tekanan dan gesekan dari sepatu

Penggunaan sepatu yang terlalu sempit dapat memberikan tekanan berulang pada kuku kaki. Kondisi ini dapat semakin terasa ketika seseorang banyak berjalan, berlari atau melakukan aktivitas fisik.

Karena itu, ukuran dan bentuk sepatu perlu diperhatikan. Sepatu yang menekan jari kaki dapat meningkatkan risiko cedera pada kuku.

2. Kuku mengalami cedera

Benturan, tekanan atau cedera pada kuku dapat menyebabkan perubahan warna, bentuk, bahkan membuat kuku menjadi longgar atau terlepas.

Kuku kaki juga tumbuh lebih lambat dibandingkan kuku tangan. Setelah mengalami cedera, kuku kaki membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk tumbuh kembali secara penuh.

3. Infeksi jamur

Infeksi jamur atau onikomikosis merupakan salah satu penyebab penting perubahan pada kuku kaki.

Kondisi ini dapat menyebabkan kuku berubah warna, menjadi lebih tebal, rapuh, retak, terbelah atau hancur. Pada tahap tertentu, kuku juga dapat terangkat dari dasar kuku. Infeksi jamur lebih sering menyerang kuku kaki dibandingkan kuku tangan.

Lingkungan yang hangat dan lembap dapat mendukung pertumbuhan jamur. Risiko juga dapat meningkat ketika kaki sering berkeringat, menggunakan sepatu tertutup dalam waktu lama, atau berjalan tanpa alas kaki di area umum yang lembap seperti kamar mandi bersama, ruang ganti dan sekitar kolam renang.

4. Kaki terlalu sering berada dalam kondisi lembap

Kelembapan yang terus-menerus dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan jamur. Karena itu, menjaga kaki tetap bersih dan kering merupakan bagian penting dari perawatan kuku.

Kaus kaki sebaiknya diganti secara teratur, terutama jika sudah basah atau berkeringat. Sepatu juga sebaiknya memberikan ruang yang cukup bagi jari kaki dan tidak membuat kaki terlalu panas.

5. Faktor usia

Perubahan pada kuku dapat terjadi seiring bertambahnya usia. Kuku dapat menjadi lebih tebal dan lebih mudah patah dibandingkan sebelumnya.

Karena itu, kuku yang lebih rapuh pada usia lanjut tidak selalu menunjukkan adanya penyakit tertentu. Namun, jika perubahan terjadi secara tiba-tiba atau disertai keluhan lain, pemeriksaan dapat membantu mengetahui penyebabnya.

6. Kondisi kesehatan tertentu

Masalah kuku terkadang dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu, termasuk psoriasis, anemia akibat kekurangan zat besi, gangguan tiroid dan diabetes.

Namun, kuku rapuh saja tidak cukup untuk menentukan seseorang mengalami kondisi tersebut. Diagnosis membutuhkan penilaian terhadap gejala secara keseluruhan dan, bila diperlukan, pemeriksaan medis.

Benarkah kuku rapuh selalu karena kekurangan vitamin?

Belum tentu.

Kuku rapuh memang dapat membuat orang langsung mengaitkannya dengan kekurangan vitamin atau mineral. Namun, penyebabnya jauh lebih beragam. Tekanan pada kuku, cedera, infeksi jamur, kebiasaan perawatan kuku, usia dan sejumlah kondisi kesehatan juga dapat menyebabkan perubahan pada kuku.

Karena itu, sebaiknya jangan langsung mengonsumsi suplemen tertentu hanya karena kuku mudah patah. Lebih baik mencari tahu penyebabnya terlebih dahulu, terutama jika perubahan berlangsung lama atau semakin berat.

Bagaimana cara menjaga kuku kaki agar tidak mudah rusak?

Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu menjaga kesehatan kuku kaki.

Pertama, jaga kaki tetap bersih dan kering. Kedua, gunakan kaus kaki bersih dan hindari membiarkan kaki dalam kondisi lembap terlalu lama.

Ketiga, gunakan sepatu yang ukurannya sesuai dan tidak menekan jari kaki. Keempat, potong kuku secara teratur dan usahakan memotong kuku kaki lurus melintang, bukan terlalu dalam pada bagian sudut.

Alat pemotong kuku juga sebaiknya tidak digunakan secara bergantian tanpa dibersihkan terlebih dahulu. Berbagi alat perawatan kuku dapat meningkatkan risiko penyebaran jamur.

Jika terdapat kulit kaki yang bersisik, gatal atau pecah-pecah yang mengarah pada kutu air, kondisi tersebut juga sebaiknya tidak diabaikan karena infeksi jamur pada kulit kaki dapat menyebar ke kuku.

Kapan kuku kaki rapuh perlu diperiksa dokter?

Kuku kaki yang rapuh tidak selalu merupakan kondisi serius. Namun, pemeriksaan medis sebaiknya dipertimbangkan apabila perubahan kuku berlangsung terus-menerus, penyebabnya tidak diketahui, atau kondisi semakin memburuk.

Pemeriksaan juga penting jika kuku berubah warna atau bentuk secara mencolok, menebal, terangkat dari dasar kuku, terasa sakit, atau kulit di sekitarnya menjadi merah, bengkak dan terasa hangat.

Bagi orang yang memiliki diabetes atau sistem kekebalan tubuh yang melemah, masalah pada kuku dan kaki sebaiknya mendapat perhatian lebih karena infeksi kaki dapat menimbulkan komplikasi yang lebih serius.

Jangan buru-buru menyimpulkan penyebabnya

Kuku kaki yang rapuh memang sering kali bukan masalah serius. Namun, perubahan pada kuku merupakan sesuatu yang sebaiknya diamati, terutama jika terjadi terus-menerus atau disertai perubahan warna, penebalan, rasa sakit maupun kuku yang terangkat.

Menjaga kaki tetap bersih dan kering, menggunakan sepatu yang nyaman, merawat kuku dengan benar serta tidak berbagi alat pemotong kuku merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan.

Jika perubahan kuku tidak kunjung membaik atau penyebabnya tidak jelas, pemeriksaan tenaga kesehatan dapat membantu memastikan kondisi yang sebenarnya. Dengan begitu, perawatan dapat disesuaikan dengan penyebabnya, bukan sekadar mengatasi tampilan kuku yang berubah. (Irwansyah)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  •  Tanda dan Penyebab Kuku Kaki Menjadi Rapuh, Jangan Dianggap Sepele
  •  Tanda dan Penyebab Kuku Kaki Menjadi Rapuh, Jangan Dianggap Sepele
  •  Tanda dan Penyebab Kuku Kaki Menjadi Rapuh, Jangan Dianggap Sepele
  •  Tanda dan Penyebab Kuku Kaki Menjadi Rapuh, Jangan Dianggap Sepele
  •  Tanda dan Penyebab Kuku Kaki Menjadi Rapuh, Jangan Dianggap Sepele
  •  Tanda dan Penyebab Kuku Kaki Menjadi Rapuh, Jangan Dianggap Sepele